Operasi Ketupat Semeru 2025 Berakhir, Polresta Malang Kota Sebut Kecelakaan Menurun

oleh -447 Dilihat
WhatsApp Image 2025 04 09 at 18.12.16
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono bersama Kasat Lantas di Posyan Lebaran depan Stasiun Kota Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Operasi Ketupat Semeru 2025 resmi berakhir setelah berlangsung selama 17 hari sejak 23 Maret hingga 8 April 2025. Polresta Malang Kota menggelar evaluasi secara menyeluruh atas hasil pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1446 H.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono melalui Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Agung Fitransyah menyampaikan, operasi ini merupakan bagian dari komitmen jajaran kepolisian dalam menciptakan kamseltibcarlantas selama libur Lebaran Idul Fitri 1446 H.

“Operasi Ketupat Semeru 2025 bertujuan untuk mengamankan mobilitas masyarakat dalam arus mudik dan balik, khususnya di wilayah Kota Malang, yang menjadi salah satu simpul pergerakan utama di Jawa Timur,” kata Agung, Rabu (9/4).

Dalam pelaksanaannya, lanjut Agung, Satlantas Polresta Malang Kota melakukan berbagai langkah strategis. Mulai dari patroli rutin, rekayasa lalu lintas, hingga penjagaan di titik-titik rawan macet dan kecelakaan, baik di dalam kota maupun jalur provinsi

Menurut Agung, sinergi antara TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, serta stakeholder terkait menjadi faktor kunci dalam mendukung kelancaran dan keamanan lalu lintas di Kota Malang selama operasi berlangsung.

Mengenai penegakan hukum, Agung memaparkan data pelanggaran lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2025. Yakni, sebanyak 1.477 pelanggaran, dengan rincian 691 pelanggaran terdeteksi melalui ETLE, 53 melalui tilang manual, dan 733 berupa teguran presisi.

“Apabila dibandingkan periode operasi tahun sebelumnya, ini mengalami kenaikan 764 pelanggaran atau 107 persen, sebab kami meningkatkan pengawasan serta adanya mobilitas masyarakat yang cukup tinggi,” jelas Agung.

Sedangkan dari aspek kecelakaan lalu lintas, lanjut Agung, tercatat 10 kasus kecelakaan pada tahun ini, dengan 0 korban meninggal dunia, 2 korban luka berat, 19 luka ringan, dan total kerugian material sebesar Rp 11.100.000.

Agung menyatakan, dibandingkan dengan Operasi Ketupat Semeru 2024, operasi tahun ini terjadi penurunan 1 kasus atau 9 persen. Menurutnya, hasil dari strategi preventif seperti edukasi, sosialisasi kamseltibcarlantas melalui medsos, dan kehadiran aktif petugas di lapangan, berhasil meningkatkan kepatuhan pengendara secara signifikan.

“Langkah-langkah preventif yang kami lakukan, seperti imbauan keselamatan di berbagai titik strategis, pemasangan rambu sementara, patrol Blue Light serta edukasi publik sebelum masa mudik, terbukti efektif dalam menekan angka kecelakaan,” ungkap Agung.

Lebih dari itu, Agung menyampaikan terima kasih atas peran serta seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor yang turut mendukung suksesnya Operasi Ketupat Semeru 2025 di Kota Malang.

Agung menegaskan bahwa Polresta Malang Kota akan terus menjaga komitmen dan konsistensinya dalam mewujudkan Kota Malang yang aman, tertib, dan kondusif pasca Lebaran, demi keselamatan bersama dan keberlanjutan mobilitas masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.