KabarBaik.co, Jember – Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Jombang, Jember, tidak sekadar berfokus pada perbaikan gizi masyarakat, melainkan juga membawa angin segar bagi perekonomian warga lokal.
Melalui sistem rekrutmen yang terukur, lembaga ini berkomitmen penuh mengoptimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) di wilayah sekitar.
Kepala SPPG Jombang Harun Al Rasyid, menyebutkan bahwa saat ini aktivitas operasional mereka digerakkan oleh 49 personel.
“Komposisi tim kami terdiri dari 3 orang tim inti yaitu Kepala SPPG, akuntan, dan pengawas gizi serta didukung oleh 46 orang relawan,” ujar Harun, Sabtu (20/6).
Rasyid menekankan bahwa penyerapan relawan tidak dilakukan secara acak. Pihak yayasan bersama mitra kerja menerapkan seleksi ketat berdasarkan indikator ekonomi calon pelamar, dengan merujuk pada data kesejahteraan masyarakat.
“Seleksi memprioritaskan warga yang masuk dalam klasifikasi desil 1, 2, dan 3. Langkah ini diambil agar peluang pendapatan yang ada benar-benar menyasar keluarga dengan kondisi finansial paling membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mengatakan mengingat aktivitas utama berpusat di dapur umum, setiap relawan wajib melampirkan surat keterangan sehat. Higiene dan sanitasi menjadi harga mati demi menjaga mutu kualitas pangan yang diproduksi.
“Kami menyaring relawan lewat sistem desil agar tepat sasaran. Selain itu, jaminan kesehatan pekerja sangat krusial karena ruang kerja kami di dapur umum sangat sensitif terhadap kebersihan,” tambahnya.
Komitmen pemberdayaan ini dibuktikan dengan seluruh relawan yang merupakan warga asli Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang. Harun memastikan tidak ada pekerja yang direkrut dari luar daerah tersebut.
Langkah ini sukses mengubah peta kesejahteraan para relawan, yang sebelumnya mayoritas bekerja di sektor informal dengan penghasilan tidak menentu, seperti buruh tani, kuli bangunan, atau bahkan tidak memiliki pekerjaan.
Salah satu pekerja SPPG di Jombang, Mia mengaku sangat bersykur adanya program MBG ini. Apalagi ia seorang single parent yang harus berjuang untuk anak-anaknya.
“Kami sangat berharap program SPPG ini terus berjalan lancar dan berkelanjutan. Jika sampai berhenti, kami tentu akan kesulitan lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harap Mia.(*)






