Padukan Wastra Nusantara dan Tren Sportswear, Surabaya Sport Fashion Festival 2026 Sukses Digelar di Ciputra World

oleh -94 Dilihat
Sssf
Beberapa desainer menghadirkan perpaduan unik antara olahraga, fesyen, dan kekayaan wastra Nusantara.

KabarBaik.co, Surabaya – Hari pertama Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 berlangsung semarak dengan parade karya kreatif dari sejumlah desainer dan pelaku industri fesyen tanah air.

Ajang yang digelar pada 15-17 Mei 2026 di Ciputra World Surabaya itu menghadirkan perpaduan unik antara olahraga, fesyen, dan kekayaan wastra Nusantara.

Beberapa desainer yang tampil pada pembukaan SSFF 2026 di antaranya IMUZ By Imam Mustafa, N.A.R.I By Nano dengan tema Chic Sporty, serta Difabela x Aora yang membawa semangat inklusivitas melalui karya para penyandang disabilitas.

Creative Director SSFF, Arif Santoso mengatakan, selama tiga hari penyelenggaraan akan ada sekitar 27 fashion show yang ditampilkan. Setiap harinya, sebanyak sembilan fashion show siap memeriahkan panggung fesyen olahraga tersebut.

Menurut Arif, SSFF 2026 hadir membawa tantangan baru bagi pelaku fesyen dan UMKM untuk mampu memadukan konsep sportswear dengan kain wastra tradisional. Konsep itu dinilai mampu membuka pasar baru di tengah berkembangnya gaya hidup sehat dan aktif di masyarakat.

“Harapannya para pelaku fashion dan UMKM memiliki segmentasi baru. Kalau sebelumnya wastra identik dengan busana formal, kini bisa dikembangkan menjadi wastra sportswear untuk masyarakat yang gemar olahraga,” ujarnya, Jumat (15/5).

Ia menambahkan, tema sport fashion dipilih karena olahraga kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Tren olahraga seperti padel dan running juga dinilai semakin mendorong kebutuhan akan busana olahraga yang nyaman sekaligus modis.

Salah satu desainer yang tampil, Nano dari N.A.R.I, memperkenalkan enam koleksi busana bernuansa sporty dengan sentuhan wastra lokal. Dalam koleksinya, ia menghadirkan berbagai outer dan jaket berbahan batik yang dirancang lebih modern dan fleksibel digunakan untuk aktivitas olahraga maupun kasual.

“Selain melestarikan batik dan bahan wastra lainnya, kami juga ingin mengenalkan wastra kepada masyarakat yang suka olahraga,” kata Nano.

Ia menjelaskan, kain batik yang digunakan berasal dari para pengrajin batik di Tegal. Untuk mempersiapkan koleksi tersebut, Nano membutuhkan waktu sekitar dua bulan mulai dari proses desain hingga produksi.

Tak hanya menghadirkan karya dari desainer profesional, SSFF 2026 juga menjadi panggung bagi karya kreatif penyandang disabilitas melalui kolaborasi Difabela x Aora bersama Kementerian Sosial.

Pendamping Difabela x Aora, Shinta mengatakan, keikutsertaan mereka di SSFF 2026 menjadi upaya untuk mendorong karya para disabilitas agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam ajang tersebut, Difabela menampilkan berbagai produk seperti tumbler dan jaket bomber hasil karya penyandang disabilitas. Produk-produk itu diharapkan nantinya dapat dipasarkan melalui berbagai platform sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat.

“Selama ini masyarakat membeli produk disabilitas sering kali karena rasa kasihan. Sekarang kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman disabilitas itu berdaya, mampu, dan memiliki kualitas yang bisa bersaing,” ujar Shinta.

Melalui SSFF 2026, Surabaya tidak hanya menghadirkan panggung mode, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi kreatif yang mempertemukan olahraga, budaya, UMKM, hingga pemberdayaan disabilitas dalam satu perhelatan fesyen modern yang inklusif.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.