Pedagang Kurban di Surabaya Putar Otak Usai Idul Adha, Hewan Tak Laku Dialihkan untuk Akikah

oleh -88 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 29 at 12.47.16 PM
Sholeh, salah satu pedagang hewan kurban di kawasan Merr Surabaya (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Menjelang Idul Adha, deretan lapak hewan kurban musiman ramai bermunculan di berbagai sudut Kota Surabaya. Namun usai Idul Adha, kandang-kandang darurat yang berdiri di tepi jalan tersebeut sebagian sudah ditinggalkan penjual.

Salah satunya terlihat di sepanjang Jalan Dr Ir H Soekarno (MERR), tepatnya di dekat Universitas Terbuka Surabaya. Suara kambing bersahutan, sementara para calon pembeli masijh ada beberapa silih berganti datang untuk melihat kondisi hewan kurban yang dijajakan pedagang.

Namun di balik ramainya suasana musiman itu, para pedagang rupanya menghadapi tantangan yang tak ringan. Penjualan hewan kurban tahun ini disebut mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sholeh, salah satu pedagang hewan kurban di kawasan tersebut, mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi jika ada ternak yang tidak habis terjual hingga usai Idul Adha.

“Kami pelihara lagi karena kami juga melayani akikah,” ujar Sholeh saat ditemui di lapaknya, Jumat (29/5).

Menurut Sholeh, sapi dan kambing yang dijual didatangkan dari Dampit, Kabupaten Malang, serta Lumajang. Hewan-hewan itu mulai masuk ke Surabaya beberapa hari menjelang Idul Adha.

Meski situasi ekonomi dan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan, Sholeh memilih tidak menaikkan harga hewan kurban. Ia mengaku ingin menjaga pelanggan tetap yang selama ini rutin membeli di lapaknya.

“Untuk mempertahankan pembeli. Takutnya kalau harga naik malah sepi,” katanya.

Harga kambing yang dijual berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 8 juta, tergantung ukuran dan bobot hewan. Sementara untuk sapi, harga dipatok mulai Rp 19 juta sampai Rp 28 juta.

Meski harga tetap dipertahankan, tren pembeli tahun ini justru menurun. Sholeh memperkirakan penjualan hewan kurban mengalami penurunan sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Biasanya tiap tahun Alhamdulillah bisa terjual 130 sampai 140 ekor kambing. Sekarang sampai H-1 Idul Adha masih ada sekitar 20 ekor yang belum terjual,” ungkapnya.

Kondisi itu membuat para pedagang harus lebih cermat mengatur usaha agar tidak merugi. Sebagian memilih tetap memelihara hewan yang belum laku untuk kebutuhan akikah atau penjualan berikutnya.

Meski demikian, Sholeh tetap bersyukur lapaknya masih didatangi pelanggan di tengah penjualan yang lesu tahun ini.

“Yang penting masih ada yang beli. Alhamdulillah tetap bersyukur,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.