KabarBaik.co, Bojonegoro – Perayaan Idul Adha tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para pengepul kulit kambing dan sapi di Bojonegoro. Dalam dua hari terakhir, ribuan kulit hewan kurban dari masyarakat membanjiri tempat penampungan para pengepul.
Salah satu pengepul kulit hewan di Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, adalah Paryono. Ia mengaku mampu mengumpulkan ribuan lembar kulit kambing dan berton-ton kulit sapi setiap hari selama momen Idul Adha.
“Pada hari pertama Idul Adha kemarin, kami menerima sekitar 3.000 kulit kambing dan 8 ton kulit sapi. Biasanya masyarakat masih terus mengirimkan kulit hewan kurban sampai tujuh hari setelah Idul Adha,” ujar Paryono, Kamis (28/6).
Jumlah tersebut meningkat drastis dibanding hari biasa. Kondisi itu membuat para pengepul harus bekerja ekstra untuk melakukan sortir dan pengolahan agar kulit tetap dalam kondisi baik sebelum dikirim ke luar daerah.
Paryono menjelaskan harga kulit kambing dan sapi juga berbeda. Kulit kambing dibeli dengan harga Rp 35 ribu per lembar, sedangkan kulit sapi dihargai Rp 8 ribu per kilogram.
Namun, tidak semua kulit hewan diterima di tempatnya. Kulit yang robek atau rusak, terutama di bagian tengah, biasanya ditolak karena kualitasnya tidak memenuhi standar.
“Kalau ada kulit kambing yang robek di bagian tengah biasanya tidak kami ambil. Kami hanya menampung kulit yang kondisinya masih bagus,” jelasnya.
Setelah melalui proses sortir, kulit hewan dibersihkan dari sisa daging yang menempel, lalu diberi garam agar tidak cepat membusuk. Selanjutnya, kulit-kulit tersebut dikirim ke sejumlah daerah seperti Magetan, Blora, hingga Semarang.
Di daerah tersebut, kulit hewan kurban diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi, mulai dari sepatu, tas, dompet, hingga ikat pinggang.
“ kusus di momen idul adha ini kami menambah pekerja, terutama di bagian sortir barang yang baru datang, karna bahan ini akan diolah menjadi sepatu, tas, dompet, maupun ikat pinggang,” kata Paryono.
Lonjakan stok kulit hewan saat Idul Adha ini menjadi peluang ekonomi tambahan bagi para pengepul maupun pengrajin kulit. Momen kurban pun tak hanya membawa nilai ibadah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. (*)






