KabarBaik.co, Surabaya – Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan Gionaldo Abraham Dandel alias Aldo, 16, suporter atau Bonek asal Sepanjang, Sidoarjo. Pelaku berinisial MN, 22, warga Jalan Kedung Sroko VII, Kelurahan Pacar Kembang, Tambaksari, Surabaya, ini diringkus di Sampang, Madura.
“Sudah (ditangkap). Tersangka inisial MN. Masih diperiksa,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto, dikonfirmasi pada Senin (22/6).
Edy menjelaskan, penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya di Desa Pasarenan, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Madura, pada Sabtu (20/6) pukul 08.00 WIB. Penangkapan tersebut dilakukan setelah tim penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, mendalami keterangan saksi, dan mengumpulkan alat bukti.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya helm milik tersangka, pakaian yang dikenakan saat kejadian, sebuah senjata tajam jenis celurit, video rekaman pelaku membawa senjata tajam, serta visum et repertum korban. Hingga saat ini, penyidik masih mendalami motif pelaku melakukan tindak kekerasan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Aldo menjadi korban pembacokan di kawasan Jalan Sumatera, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya, pada Kamis (18/6) dini hari. Kakak korban, Ellen, menceritakan bahwa pihak keluarga mendapat kabar Aldo dilarikan ke Rumah Sakit Ubaya sekitar pukul 03.00 WIB.
Sayangnya, nyawa remaja berusia 16 tahun itu tak bisa tertolong setelah mendapatkan penanganan medis selama setengah jam.
“Katanya kena celurit (dibacok). Ini baru pertama kali (ikut) konvoi. Makanya aku kaget,” ujar Ellen saat ditemui di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Ellen mengaku kaget karena adiknya yang merupakan anak kelima dari enam bersaudara itu baru pertama kali ikut konvoi bersama saudaranya. Ia pun berharap pelaku segera dihukum dan kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Semoga cepat ditangkap pelaku, walau ditangkap dia gak bisa kembalikan adiku lagi, seenggaknya dia ngerti kehilangan. Jangan ada kayak gini lagi jangan sampai menimpa orang lain,” pungkasnya.(*)






