Pelecehan Seksual Marak di Lembaga Berkedok Pesantren, PKB Jember Desak Komisi D Panggil Kemenag

oleh -133 Dilihat
IMG 20260509 WA0006

KabarBaik.co, Jember – Menanggapi maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan, khususnya yang mencatut nama lembaga pesantren, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember mengambil langkah tegas.

Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, meminta Fraksi di DPRD agar Komisi D untuk segera memanggil seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk melakukan pencegahan preventif.

Ayub menyampaikan bahwa isu ini telah menjadi beban pikiran bersama, terutama di Kabupaten Jember yang dikenal memiliki banyak pesantren dan dipimpin oleh Bupati yang juga berasal dari kalangan santri.

Pihaknya menekankan pentingnya pengawasan terhadap lembaga pendidikan yang menggunakan model asrama atau tertutup.

Ia meminta pihak Kementerian Agama (Kemenag) untuk melakukan pengecekan ulang terhadap status legalitas lembaga-lembaga yang mengatasnamakan pesantren.

“Jangan sampai ada lembaga yang tidak terdata resmi sebagai pesantren, namun menggunakan nama pesantren untuk melakukan tindakan yang merusak citra pesantren itu sendiri,” ujar Ayub, Sabtu (9/5).

Ia merujuk pada beberapa kasus hukum yang terjadi, termasuk di daerah Ajung, di mana status kelembagaan dan kualifikasi pengajarnya tidak jelas namun menggunakan gelar-gelar keagamaan.

DPC PKB meminta Komisi D untuk segera mengagendakan pertemuan yang melibatkan Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pendidikan, Organisasi Masyarakat (NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah Daerah.

“Tujuannya adalah agar seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menjamin keamanan anak didik,” tegasnya.

Selain pengawasan ketat, Ayub juga menyoroti pentingnya akses informasi bagi orang tua. Ia mencontohkan pola komunikasi di pesantren yang ideal, di mana pihak lembaga memberikan laporan aktivitas santri secara berkala, bahkan hingga 24 jam melalui media komunikasi modern.

“Kita harus menjamin rasa aman dan nyaman bagi orang tua yang menitipkan anaknya di lembaga pendidikan manapun, baik pesantren maupun lembaga formal lainnya. Ini harus menjadi keputusan politik untuk melindungi masa depan anak-anak kita di Jember,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.