KabarBaik.co, Nganjuk – Pemerintah pusat merencanakan peluncuran serentak operasional ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesi. Menariknya, lokasi yang dipilih sebagai tempat peresmian perdana secara nasional adalah Nganjuk.
Rencana strategis ini diputuskan dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang digelar di Kantor Kementerian Desa, guna memastikan seluruh persiapan berjalan matang, terpadu, dan siap diterapkan hingga ke tingkat desa.
“Kami baru saja rapat di Kantor Kementerian Desa. Ada Pak Menko Pangan, Panglima TNI, kemudian Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara. Rencana tanggal 16 Mei ini, tapi masih tentatif di Nganjuk,” ujar Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat memberikan keterangan pers dalam kunjungan kerjanya di Nganjuk, Selasa (12/5).
Ferry menjelaskan bahwa pembangunan koperasi ini berlangsung masif di seluruh penjuru tanah air. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 7.200 unit koperasi telah rampung pembangunan fisiknya seratus persen, berdiri kokoh dan siap digunakan.
Dari jumlah tersebut, nantinya akan dipilih sebanyak 1.000 unit koperasi yang dijadikan angkatan pertama yang resmi dibuka dan dijalankan operasionalnya secara bersamaan.
Langkah ini menjadi bukti nyata percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan yang disiapkan pemerintah secara lengkap, dari hulu ke hilir.
“Yang akan diluncurkan operasionalnya kurang lebih seribu, ini sedang kita persiapkan,” tegas Ferry.
Pemerintah memastikan kualitas dan kelengkapan fasilitas menjadi prioritas utama yang tak boleh dikompromikan. Koperasi-koperasi yang telah rampung dibangun itu tidak hanya sekadar bangunan berdinding dan beratap, namun sudah dilengkapi sarana penunjang lengkap dan memadai.
Mulai dari gedung utama, gudang penyimpanan barang yang layak, hingga gerai usaha dan seluruh perlengkapan operasional yang dibutuhkan agar koperasi bisa langsung bertransaksi dan melayani warga sejak hari pertama beroperasi.
“Dari 7.200-an yang bangunannya sudah 100% selesai itu, ada sekitar 25 ribuan yang sedang dibangun,” jelas Ferry.
Melihat progres pembangunan fisik yang sudah jauh melangkah dan mencapai angka tinggi, pemerintah kini mulai menggeser arah dan prioritas kerja. Jika selama ini fokus utamanya adalah pembangunan fisik dan infrastruktur, maka saat ini perhatian penuh dicurahkan pada kesiapan manajemen, pengelolaan, dan jalannya usaha.
Tujuannya sangat jelas, agar koperasi tidak hanya menjadi bangunan kosong atau pajangan semata, melainkan berputar aktif, hidup, dan memberikan dampak ekonomi nyata serta manfaat langsung bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan warga desa.
“Tapi sekarang kita konsentrasi ke operasionalnya,” pungkas Ferry. (*)






