KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menggiatkan Program Adiwiyata sebagai upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan lestari. Program ini juga menjadi bagian dari gerakan pendidikan berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
“Program Adiwiyata sejatinya sudah lama kita jalankan. Kini semangat itu kita hidupkan kembali dengan sinergi yang lebih kuat,” tegas Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, Rabu (27/8).
Nurul Azizah menjelaskan, Program Adiwiyata sejalan dengan visi dan misi Bupati Bojonegoro yang dilantik pada 20 Februari 2025 lalu. Salah satunya adalah misi lingkungan lestari yang tercantum dalam RPJMD 2025–2029, termasuk pengelolaan sampah, penambahan ruang terbuka hijau, dan kebersihan lingkungan dari hulu hingga hilir. “Di sekolah, hal ini diwujudkan melalui program Adiwiyata,” ujarnya.
Hingga 2023, Bojonegoro mencatat 217 sekolah berstatus Adiwiyata, terdiri dari 170 tingkat kabupaten, 36 tingkat provinsi, dan 11 tingkat nasional serta mandiri. Sejumlah sekolah bahkan menorehkan prestasi, seperti SMPN 4 Bojonegoro (2016), SMPN 1 Bojonegoro (2018), dan SMAN 1 Sumberrejo (2019) yang meraih predikat Adiwiyata Mandiri.
Namun, dalam lima tahun terakhir perkembangan Adiwiyata di Bojonegoro melambat. Karena itu, tahun 2025 dijadikan momentum kebangkitan dengan target lebih banyak sekolah lolos ke tingkat provinsi, nasional, hingga mandiri. “Kami berharap sekolah-sekolah muda seperti SMAN 1 Sugihwaras dan SMPN 1 Margomulyo bisa menjadi motor penggerak menuju Adiwiyata Nasional,” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Luluk Alifah, menuturkan pihaknya terus mendorong gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. “Langkah ini merupakan salah satu upaya strategis untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang peduli serta berbudaya ramah lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan pembinaan ini diikuti 80 sekolah rintisan Adiwiyata, terdiri dari kepala sekolah, guru pendamping, dan tim Adiwiyata. Tujuannya, memberikan pembinaan kepada sekolah, mendorong partisipasi aktif guru dan siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta menumbuhkan kreativitas dan inovasi pembelajaran berbasis lingkungan hidup.
Luluk berharap kegiatan ini menjadi awal penguatan komitmen sekolah di Bojonegoro untuk benar-benar berwawasan lingkungan. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar berjalan berkesinambungan,” pungkasnya. (*)







