KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bergerak cepat merespons kejadian dugaan bunuh diri berulang di kawasan Jembatan Cangar, menyusul peristiwa yang sempat viral pada 31 Maret 2026 serta penemuan terbaru pada Kamis (23/4) lalu.
Meski lokasi tersebut berada di jalur berstatus jalan provinsi, Pemkot Batu menegaskan tidak akan tinggal diam. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari batas kewenangan administratif.
Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi guna menindaklanjuti kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa berpangku tangan terhadap potensi risiko di ruang publik.
“Memang benar, beberapa titik berada di bawah kewenangan provinsi. Namun keselamatan warga yang melintas tetap menjadi prioritas utama. Kami tidak bisa tinggal diam hanya karena persoalan administrasi,” ujarnya, Sabtu (25/4).
Sebagai langkah awal, Pemkot Batu akan berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk mengusulkan pemasangan pengaman tambahan di titik rawan, seperti railing tinggi maupun jaring pengaman, khususnya di kawasan Jembatan Kembar Cangar.
Selain itu, pengawasan di lapangan akan diperketat. Kamera pengawas (CCTV) di area jembatan rencananya diintegrasikan ke dalam Command Center Kota Batu. Sementara itu, patroli rutin oleh Satpol PP juga akan ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan.
“CCTV akan kami integrasikan ke Command Center. Satpol PP juga akan meningkatkan intensitas patroli untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini,” jelas Heli.
Dari sisi infrastruktur, Pemkot Batu juga akan mengoptimalkan penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi. Area dengan pencahayaan minim dinilai berpotensi menjadi titik rawan. “Area yang gelap seringkali memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, kami pastikan penerangan berfungsi optimal agar tidak ada lagi titik sunyi,” tegas Heli.
Tak hanya fokus pada penguatan fisik dan pengawasan, Pemkot Batu juga menyiapkan pendekatan sosial melalui layanan kesehatan mental. Bersama Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB, pemerintah akan memperkuat layanan konseling serta membuka akses hotline darurat bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis.
“Mencegah bukan hanya soal pagar pengaman, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan mental. Kami terus menggaungkan layanan konseling agar masyarakat mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Langkah komprehensif ini diharapkan mampu menekan potensi kejadian serupa di masa mendatang. Pemkot Batu juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi.
Dengan kombinasi penguatan infrastruktur, peningkatan pengawasan, serta dukungan layanan psikososial, Pemkot Batu menegaskan komitmennya menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. (*)








