KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan bahwa tidak ada pembangunan atau penggantian unit bianglala baru pada tahun ini di Alun-alun Kota Batu. Kepastian ini sekaligus menjawab harapan masyarakat dan wisatawan yang menunggu kembalinya wahana ikonik tersebut.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni. Ia memastikan bahwa pada tahun ini tidak ada alokasi anggaran untuk pembangunan fisik bianglala. “Tahun 2026 tidak ada anggaran fisik karena penyesuaian dan pengetatan atas turunnya nilai transfer keuangan daerah dari pemerintah pusat,” tegas Dian, Rabu (4/3).
Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini sedang mengalami tekanan akibat penurunan nilai transfer dari pemerintah pusat. Situasi tersebut memaksa Pemerintah Kota Batu melakukan penyesuaian serta pengetatan anggaran, khususnya untuk belanja fisik berskala besar.
Akibat kebijakan tersebut, sejumlah rencana proyek infrastruktur yang sebelumnya disiapkan harus ditunda, termasuk penggantian bianglala yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama di pusat keramaian Kota Batu.
Meski pembangunan fisik belum dapat dilakukan, Pemkot Batu tetap menyiapkan langkah alternatif. Pada tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran untuk melakukan kajian potensi pembangunan bianglala melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Tahun 2026 kami anggarkan untuk kajian potensi bianglala melalui skema KPBU. Ini sebagai opsi alternatif. Namun opsi utama tetap pembangunan melalui APBD,” jelas Dian.
Skema KPBU dinilai menjadi opsi realistis di tengah keterbatasan keuangan daerah karena membuka peluang keterlibatan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan.
Dengan kondisi tersebut, wahana bianglala di Alun-alun Kota Batu dipastikan masih belum beroperasi sepanjang tahun 2026. Pemerintah berharap masyarakat dan wisatawan dapat bersabar sembari menunggu hasil kajian serta kepastian pendanaan pembangunan ke depan. (*)







