Pemkot Mataram Tetapkan Siaga Penuh Antisipasi Anomali Cuaca dan Gelombang Pasang

oleh -255 Dilihat
IMG 9806
Rumah warga di pesisir Kota Mataram rusak diterjang ombak besar dan angin kencang. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menetapkan status siaga penuh menyusul anomali cuaca dan potensi gelombang pasang yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi untuk meminimalisir dampak bencana, khususnya di wilayah pesisir yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

Selain melakukan penanganan darurat, Pemkot Mataram telah melaksanakan pembersihan di sejumlah wilayah terdampak gelombang pasang dan abrasi. Pemerintah daerah juga menyiapkan rencana pembangunan menara pantau serta sistem peringatan dini guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Upaya pengamanan kawasan pantai direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2026 sebagai bagian dari perlindungan jangka menengah. Tidak hanya itu, Pemkot Mataram juga merencanakan pembangunan pemecah gelombang pada tahun 2027 melalui kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan akibat gelombang tinggi dan abrasi pantai yang kerap terjadi saat cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kota Mataram Muhammad Ramadhani, mengatakan langkah-langkah tersebut telah tertuang dalam dokumen rencana Kota Berketahanan (Resilient City) sebagai upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

“Sebagaimana termuat dalam dokumen rencana kota berketahanan, ini merupakan bagian dari upaya adaptasi dan mitigasi isu perubahan iklim, di mana abrasi hingga potensi tsunami di sepanjang kawasan pantai menjadi perhatian utama,” terang Ramadhani kepada KabarBaik.co, Sabtu (24/1).

Kadis Kominfo yang akrab disapa Dani itu menambahkan, pemerintah telah menetapkan skenario penanganan jangka pendek dan jangka panjang dalam menghadapi persoalan tersebut.

“Pada prinsipnya, warga yang bermukim di kawasan pesisir rawan bencana perlu direlokasi. Di sisi lain, terdapat pula skenario berbasis teknologi seperti pembangunan breakwater dan pemecah ombak, meskipun investasi yang dibutuhkan sangat besar,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Rabu dan Kamis dini hari, gelombang pasang disertai angin kencang melanda sejumlah kawasan pesisir di Kota Mataram. Peristiwa tersebut menyebabkan abrasi pantai serta merusak sejumlah fasilitas dan permukiman warga di wilayah terdampak.

Pemkot Mataram mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait, serta menghindari aktivitas di kawasan pesisir saat kondisi cuaca memburuk. Seluruh perangkat daerah juga diminta tetap siaga dan responsif dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.