Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah Serentak di 31 Kecamatan

oleh -206 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 01 at 8.29.23 AM
Warga menyerbu pasar murah (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Kabar gembira! Pemkot Surabaya menggelar pasar murah serentak di 31 kecamatan. Ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan. Ada 93 lokasi yang akan menjadi titik pelaksanaan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan, pasar murah akan digelar pada 2 Maret 2026 mulai pukul 07.30 WIB di 31 lokasi. Kemudian dilanjutkan pada 5 Maret 2026 mulai pukul 08.00 WIB di 62 lokasi.

“Pelaksanaannya kami sesuaikan menjadi tanggal 2 dan 5 Maret, dan akan digelar serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Mia Santi Dewi, Sabtu (28/2).

Menurutnya, komoditas yang dijual tetap difokuskan pada kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, cabai merah, daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan bawang putih.

“Seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli warga,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan, komoditas yang paling banyak dicari masyarakat masih didominasi beras, minyak goreng, dan gula. Telur juga mulai banyak diburu menjelang lebaran karena meningkatnya kebutuhan untuk membuat kue dan menyiapkan hidangan berbuka puasa.

“Kalau sekarang ini yang paling banyak dibeli tetap beras, minyak, dan gula. Telur juga sudah mulai banyak dicari karena kebutuhan Ramadan,” jelas Mia.

Ia menambahkan untuk komoditas seperti daging dan cabai, lonjakan permintaan biasanya terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu menjelang Lebaran. Pada periode tersebut, kebutuhan rumah tangga meningkat sehingga permintaan ikut terdongkrak.

Menurut Mia, tujuan utama pasar murah adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok. Selain memastikan stok tetap tersedia, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan potensi inflasi.

“Kita ingin masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan barang. Dengan adanya pasar murah, komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga tetap tersedia dan bisa diakses dengan mudah,” tuturnya.

Ia menjelaskan kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai, sering kali dipengaruhi faktor eksternal, misalnya gangguan produksi di daerah penghasil akibat cuaca atau curah hujan tinggi. Namun berdasarkan data yang dikoordinasikan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), harga kebutuhan pokok di Surabaya selama Januari hingga Februari masih relatif stabil.

Untuk menjaga kondisi tersebut selama Ramadan, Dinkopumdag melakukan pemantauan harian di pasar-pasar pantauan. Jika ditemukan kenaikan signifikan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), guna menelusuri penyebab dan mencari solusi cepat.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menjalin kerja sama langsung dengan sejumlah daerah penghasil bahan pangan. Komoditas dari daerah yang telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkot kemudian didistribusikan ke Surabaya, khususnya untuk produk pertanian seperti sayur, buah, dan beras, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan di dalam kota.

“Pasar murah ini bukan hanya soal harga lebih terjangkau, tapi juga upaya menjaga keseimbangan pasar. Harapannya, harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang selama Ramadan,” tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.