Pemuda Jombang Bikin Lomba Agustusan Anti Mainstream, Mancing Kerupuk hingga Balap Balon Payung

oleh -92 Dilihat
Lomba Agustusan kreatif di Dusun Jajar, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, sukses menghibur warga.(Teguh)
Lomba Agustusan kreatif di Dusun Jajar, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, sukses menghibur warga.(Teguh)

KabarBaik.co, Jombang – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan RI di Dusun Jajar, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, berlangsung berbeda.

Para pemuda setempat menghadirkan berbagai lomba Agustusan dengan konsep unik dan nyeleneh yang sukses menghibur warga.

Bertempat di gang sempit kampung, berbagai perlombaan hasil modifikasi digelar menggunakan peralatan sederhana. Meski begitu, suasana yang tercipta justru dipenuhi gelak tawa penonton.

Panitia lomba, Singgih Trifan Saputra, mengatakan, ide tersebut muncul karena para pemuda mulai bosan dengan perlombaan Agustusan yang dinilai monoton.

“Kami bosan dengan lomba Agustusan yang begitu-begitu saja. Akhirnya teman-teman berinisiatif membuat perlombaan yang lebih kreatif, lucu, dan menghibur dengan alat dan fasilitas yang sederhana,” kata Singgih kepada wartawan di lokasi, Sabtu (1/8).

Salah satu lomba yang paling menyita perhatian ialah mancing kerupuk. Berbeda dari lomba makan kerupuk pada umumnya, kali ini kerupuk diikat menggunakan tali dengan potongan bambu di bagian atas sehingga menyerupai alat pancing.

Tantangannya pun tak sederhana. Peserta tidak hanya harus menghabiskan kerupuk miliknya, tetapi juga menyuapi rekan satu tim secara bergantian.

Akibatnya, peserta harus membagi konsentrasi antara memancing kerupuk, menyuapi temannya, sekaligus menyantap kerupuk sendiri. Aksi peserta yang kerap kehilangan keseimbangan membuat penonton berkali-kali tertawa.

Menurut Singgih, permainan tersebut sengaja dirancang untuk melatih kekompakan dan kerja sama antar peserta.

Keseruan berlanjut pada lomba balap balon payung. Dalam permainan ini, peserta berjalan mengelilingi arena sambil menjepit tiga balon di sela kedua kaki, memegang balon dengan tangan, sekaligus membawa payung.

Kombinasi tersebut membuat langkah peserta menjadi canggung. Banyak peserta kehilangan keseimbangan, menjatuhkan balon hingga kesulitan mengendalikan payung.

Untuk peserta anak-anak, panitia menyesuaikan tingkat kesulitan. Mereka hanya membawa satu hingga dua balon, namun tetap diwajibkan membawa payung.

Lomba ditutup dengan permainan injak balon. Setiap peserta memasuki arena dengan balon yang diikat di salah satu kaki. Mereka harus melindungi balonnya sambil berusaha memecahkan balon milik lawan. Peserta yang balonnya pecah lebih dulu dinyatakan gugur.

Meski hanya digelar di gang kampung dengan fasilitas sederhana, antusiasme warga begitu tinggi. Sorak sorai dan tawa penonton terus terdengar sepanjang perlombaan berlangsung.

Bagi para pemuda Dusun Jajar, kemeriahan Agustusan bukan ditentukan oleh besarnya hadiah atau megahnya lokasi, melainkan kreativitas serta kebersamaan warga.

Salah seorang peserta, Mario, 13, mengaku senang bisa mengikuti perlombaan dengan konsep yang berbeda dari biasanya.

“Asyik banget, lombanya lucu dan bikin ketawa terus. Yang paling seru mancing kerupuk, soalnya harus kompak sama teman. Semoga setiap Agustusan ada lomba seperti ini lagi,” ujar Mario.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.