Pemutakhiran Data Pupuk Subsidi di Jember Kacau, Ratusan Petani Terancam Tak Kebagian

oleh -62 Dilihat
IMG 20260114 WA0010
Lahan pertanian di Kecamatan Ajung Jember. (Aji)

KabarBaik.co – Proses pemutakhiran data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penerima pupuk bersubsidi tahun 2026 di Kabupaten Jember diwarnai berbagai persoalan serius.

Bahkan, Komisi B DPRD Jember menemukan banyak keluhan mulai dari hilangnya nama petani dalam daftar hingga masalah administrasi distribusi.

Pemutakhiran data yang dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 20 Januari 2026 ini dinilai krusial karena menentukan nasib petani sepanjang tahun. Namun, baru beberapa hari berjalan, sejumlah laporan ketidakberesan mulai bermunculan.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengungkapkan salah satu temuan paling mencolok terjadi di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Sebanyak 185 petani yang tahun sebelumnya terdaftar, kini justru hilang dari sistem e-RDKK.

“Ini sangat mendesak dan butuh perhatian serius karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Di Kranjingan saja ada 185 petani yang tidak masuk data, padahal tahun lalu mereka terdaftar. Akibatnya, mereka terancam tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi,” kata Candra, Rabu (14/1).

Selain masalah pendataan petani, Candra juga menyebutkan adanya kendala teknis di lapangan. Mulai dari minimnya sosialisasi hingga distribusi.

“Jadi di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, pihak kios sempat tidak diberikan formulir e-RDKK, sehingga mereka kesulitan melakukan sosialisasi kepada petani mengenai kuota pupuk yang tersedia,” kata Candra.

“Sedangkan di Kecamatan Rambipuji, ditemukan adanya satu kios yang sudah dinyatakan tidak aktif namun masih mendapatkan alokasi pupuk. Hal ini memicu masalah baru karena alokasi tersebut tidak bisa dialihkan ke kios terdekat yang aktif,” imbuh Politisi PDIP itu.

Ia menegaskan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus segera turun tangan memperbaiki data tersebut sebelum tenggat waktu berakhir.

“Pemutakhiran data e-RDKK ini harus diselesaikan dengan cermat. Kami mendesak dinas terkait segera memperbaiki sistem dan sinkronisasi di lapangan agar pupuk subsidi benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.