KabarBaik.co, Surabaya — Modus pencurian kursi besi milik Pemkot Surabaya cukup mencengangkan. Pelaku menggunakan ambulans klinik untuk mengangkut kursi taman tersebut sebelum dijual ke pengepul barang bekas. Kasus ini terkuak berkat kewaspadaan petugas Satpol PP saat melakukan patroli rutin.
Patroli Bangunan Liar Justru Temukan Aset Hilang
Kejadian bermula saat petugas Satpol PP meningkatkan patroli di kawasan Jalan Kaliwaron, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, pada 23 Juni 2026. Patroli sebenarnya ditujukan untuk pengawasan bangunan liar. Namun, mata petugas justru tertuju pada dua kursi berlogo Pemkot Surabaya yang sudah berada di atas timbangan di tempat penjualan barang bekas.
Plt Kasatpol PP Surabaya Irna Pawanti menjelaskan bahwa petugas segera berbalik arah untuk memastikan asal-usul barang tersebut. Setelah dipastikan kursi tersebut merupakan aset milik Pemkot, petugas mendatangi lokasi. Di sana, seorang pria datang menggunakan sepeda motor dan mencoba melampirkan surat jalan yang diduga palsu seolah-olah ia mendapat tugas resmi untuk menjual barang tersebut.
“Surat jalannya itu kami curigai palsu, seakan-akan memang dia mendapat tugas untuk melakukan penjualan barang. Karena itu, terduga pencuri beserta pihak pengepul langsung kami bawa ke Polsek Gubeng untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Irna, Minggu (9/8).
Ambulans Klinik Jadi Alat Angkut, Pelaku Warga Sumenep
Fakta penggunaan mobil ambulans baru terungkap saat pemeriksaan berlangsung di kepolisian. Ternyata, kursi tersebut diangkut menggunakan ambulans milik klinik tempat pelaku bekerja. Ambulans sengaja meninggalkan lokasi pengepul setelah menurunkan barang, sehingga saat petugas tiba kendaraan tersebut sudah tidak terlihat.
“Dia mencuri pagi-pagi, langsung dikirim ke lokasi pengepul menggunakan ambulans, lalu ambulansnya pergi. Sehingga saat pasukan kami datang, kendaraannya sudah tidak ada. Yang tersisa justru seseorang yang datang menggunakan sepeda motor untuk mengurus transaksi,” jelas Irna.
Pelaku sendiri merupakan warga Sumenep. Ia mengambil kunci ambulans dari klinik tempat ia bekerja lalu menggunakannya untuk mencari kursi besi taman yang penguncinya sudah lepas. Kursi seberat 35 kg itu diangkut ke dalam ambulans. Bahkan pelaku terkadang meminta bantuan tukang becak atau petugas kebersihan untuk membantunya memasukkan kursi ke dalam ambulans lalu memberinya upah Rp 20 ribu.
Pengepul Diduga Mengetahui Asal Barang
Irna menilai pihak pengepul patut diduga ikut mengetahui bahwa kursi tersebut adalah aset pemerintah. Pasalnya, kursi tersebut memiliki logo Pemkot Surabaya dan desain yang khas, sehingga seharusnya memicu kecurigaan sebelum diterima. Selain itu, pengepul biasanya menanyakan asal-usul barang dagangan.
Dua Diamankan, Satu Lagi Diburu di Sumenep
Dari hasil pemeriksaan, dua orang terduga pelaku pengantar dan pihak pengepul telah diamankan dan diproses secara hukum. Sementara itu, kepolisian juga menelusuri keterlibatan seorang perempuan yang diduga menjadi kaki tangan pelaku dan kini berada di Sumenep. (*)






