KabarBaik.co, Blitar – Pengembangan Museum Peta di Kota Blitar masih menunggu dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Sembari menanti kepastian anggaran, Pemkot Blitar tetap melakukan pemeliharaan bangunan dan mengisi kawasan museum dengan sejumlah aktivitas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rike Rochmawati mengatakan, pihaknya mulai menjajaki peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Rencana tersebut mengacu pada masterplan pengembangan Museum Peta yang mencakup kawasan bekas SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 5.
“Untuk bangunan, sejauh ini masih belum ada suntikan atau support anggaran dari pusat. Kami mencoba mencari bantuan dari pusat karena sesuai masterplan kawasan ini akan digunakan atau dimanfaatkan sebagai museum,” ujarnya.
Menurut Rike, sembari menunggu dukungan tersebut, perawatan bangunan tetap dilakukan secara berkala. Pemeliharaan meliputi pengecatan hingga pembersihan kawasan agar kondisi bangunan tetap terjaga.
“Yang bisa kami lakukan sementara adalah pemeliharaan. Jadi bangunannya tetap kami rawat sambil kami mencari peluang dukungan anggaran untuk pengembangannya,” ujarnya.
Selain persoalan bangunan, Disbudpar juga berupaya menjaga aktivitas di kawasan taman Museum Peta. Area Pojok Kopi diisi pelaku usaha kuliner, sedangkan sejumlah food truck beraktivitas di Plaza Museum Peta.
Rike mengatakan, pengisian aktivitas tersebut dilakukan sembari menunggu rencana pengembangan kawasan berjalan. Menurutnya, pengelolaan kawasan tidak harus menunggu seluruh pembangunan museum selesai.
“Kawasan tamannya juga kami coba hidupkan. Ada pelaku ekonomi kreatif yang mengisi Pojok Kopi dan beberapa food truck di plaza. Sambil menunggu pengembangan museum, aktivitas di kawasan tetap berjalan,” katanya.
Rike berharap upaya mencari dukungan dari pemerintah pusat dapat memperoleh kepastian. “Pengembangan Museum Peta tersebut nantinya diharapkan dapat meningkatkan fungsi kawasan sekaligus menarik lebih banyak kunjungan ke Kota Blitar,” pungkasnya. (*)








