KabarBaik.co – Bupati Sidoarjo Subandi kembali melakukan rotasi besar-besaran di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Sebanyak 260 pejabat struktural dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (10/1). Rotasi ini menyasar sejumlah jabatan strategis, termasuk kepala dinas dan pimpinan OPD.
Salah satu pergeseran penting terjadi pada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Bahrul Amiq yang dipindah menjadi Asisten II Setda Sidoarjo. Dengan mutasi tersebut, posisi Kepala DLHK kini masih kosong.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Dwi Eko Saptono digeser menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Jabatan Kepala PU BMSDA selanjutnya diisi M Mahmud yang sebelumnya menjabat Asisten II. Sedangkan Kepala Disnaker sebelumnya, Ainun Amalia, dipercaya menduduki posisi Asisten I.
Perombakan juga terjadi di sektor kebencanaan. Sabino Mariano yang sebelumnya menjabat Camat Tanggulangin dilantik sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo. Selama ini, Sabino diketahui sudah mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD.
Selain itu, Probo Agus Sunarno dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Gerbong mutasi juga membawa Muhammad Yunan Khoiron sebagai Kepala Dinas Perikanan, Eri Sudewo sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), R Martha Wira Kusuma sebagai Kepala Dinas Sosial, serta dr Lakhsmie Yuwantina sebagai Kepala Dinas Kesehatan.
Secara keseluruhan, pelantikan kali ini mencakup pejabat pimpinan tinggi pratama hingga pejabat rumah sakit daerah. Rinciannya, 13 pejabat menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II), 83 pejabat administrator (eselon III), 146 pejabat pengawas (eselon IV), serta 18 pejabat di RSUD RT Notopuro.
Bupati Subandi menegaskan rotasi dan mutasi ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bagian dari upaya penguatan kinerja birokrasi guna mempercepat pembangunan di Sidoarjo.
“Manfaatkan konektivitas dan teknologi untuk mempercepat layanan, minimal meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Tunjukkan kinerja yang baik untuk masyarakat Sidoarjo,” pesan Subandi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD tanpa sekat kepentingan. Menurutnya, percepatan pembangunan hanya bisa tercapai melalui kerja bersama yang dilandasi empati dan loyalitas.
Di akhir arahannya, Subandi mengingatkan seluruh pejabat untuk menjalankan peran utama sebagai pelayan publik, memastikan program OPD berjalan tepat waktu, serta menjaga pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi. (*)









