KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen memberikan jaminan keamanan dan kemudahan layanan bagi warganya yang hendak mengadu nasib ke luar negeri.
Bupati Jember Gus Fawait mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi strategis dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian PPMI) untuk memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember mendapatkan hak pelindungan dan pelayanan terbaik.
“Bekerja di luar negeri merupakan pilihan mulia karena membawa harapan besar bagi kesejahteraan keluarga di kampung halaman. Oleh karena itu, pemerintah daerah hadir untuk mengawal proses tersebut sejak tahap keberangkatan hingga kepulangan,” tegas Gus Fawait, Jumat (1/5).
Saat ini, masyarakat Jember sudah dapat mengakses layanan terkait PMI melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Jember. Namun, inovasi tidak berhenti di situ. Pemkab Jember kini tengah menyiapkan pembentukan P4MI (Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) di wilayahnya.
“Dengan adanya P4MI nanti, pelayanan bagi calon pekerja migran akan semakin mudah, cepat, dan terintegrasi dalam satu pintu. Kita ingin masyarakat tidak lagi merasa bingung atau terbebani saat mengurus dokumen dan kebutuhan administratif lainnya,” ungkapnya.
Selain kemudahan birokrasi, peningkatan kompetensi menjadi fokus utama. Pemkab Jember menjalin kerja sama dengan Kementerian PPMI dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menggelar program pelatihan bagi 1.000 Calon Pekerja Migran Indonesia.
Program ini dirancang agar putra-putri daerah Jember memiliki bekal, keterampilan teknis sesuai bidang kerja, kesiapan mental dan fisik dan pemahaman hak-hak pelindungan selama bekerja di negara tujuan.
Langkah masif ini diharapkan mampu mencetak pekerja migran yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Dengan keberangkatan yang sesuai prosedur (prosedural), risiko eksploitasi dapat ditekan, dan para pekerja migran asal Jember diharapkan dapat meraih masa depan yang lebih sejahtera bagi keluarga mereka. (*)








