KabarBaik.co, Sidoarjo– Perusahaan pembiayaan Adira Finance memperluas penetrasi pasar di Jawa Timur dengan menggelar pameran pembiayaan di Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di pusat perbelanjaan setempat ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses layanan pembiayaan sekaligus menjaring potensi nasabah baru.
Pameran tersebut menyasar kebutuhan pembiayaan masyarakat yang beragam, mulai dari sektor otomotif hingga pembiayaan multiguna. Dalam kegiatan ini, perusahaan juga memperkenalkan skema pembiayaan berbasis syariah untuk porsi haji, sebagai respons terhadap tingginya minat masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Head of Branch SSD Cabang Sidoarjo Adira Finance Rasyad Indra mengatakan kehadiran pameran ini dimaksudkan untuk mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat melalui konsep layanan terpadu dalam satu lokasi.
Menurut dia, masyarakat dapat memperoleh informasi sekaligus mengajukan pembiayaan secara langsung, karena perusahaan menyiapkan tim analis di lokasi untuk mempercepat proses persetujuan.
“Dengan pola layanan ini, proses pengajuan hingga persetujuan dapat dilakukan lebih cepat selama kegiatan berlangsung,” ujarnya, Kamis (16/4).
Selain pembiayaan kendaraan bermotor, perusahaan juga menawarkan fasilitas pinjaman dana tunai melalui produk multiguna. Sementara itu, skema pembiayaan porsi haji berbasis syariah yang diperkenalkan ditujukan untuk membantu masyarakat merencanakan keberangkatan ibadah haji secara lebih terstruktur.
Head of Regional SSD Jawa Timur Adira Finance Irfan Budianto menambahkan Sidoarjo menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan pasar setelah pelaksanaan kegiatan serupa di sejumlah daerah sebelumnya.
Ia menyebutkan, langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan di Jawa Timur yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan pembiayaan cukup besar.
Ke depan, perusahaan berencana melanjutkan kegiatan serupa ke sejumlah daerah lain, termasuk Ponorogo dan Pacitan, guna memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan inklusi pembiayaan di tingkat regional. (*)








