KabarBaik.co – Petani di sebagian wilayah Kabupaten Jember resah lantaran maraknya hama tikus yang terus-menerus menyerang area persawahan.
Salah satu petani, Abdul Faseh mengatakan bahwa beberapa bulan ini hama tikus memang kerap merusak area persawahan terutama padi.
Bahkan tikus merusak satu hektare padi berusia 60 hari yang dikelola kelompok tani Darma Mukti.
“Menurut saya kerusakanya sudah sangat parah, jelas petani rugi jika terus begini. Mungkin kalau ditotal dengan kerugian, balik modal saja sudah untung,” kata Abdul, Minggu (6/4).
Untuk saat ini, kata Abdul petani sudah melakukan beberapa upaya salah satunya menggunakan racun tikus.
“Ya meskipun memang belum maksimal karena keterbatas racunya. Kami juha sudah melapor ke Dinas Pertanian ternyata stok racun tikus juga tidak ada,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember Sigit boedi membenarkam adanya serangan tikus di beberapa wilayah.
“Berdasarkan data yang kami terima kurang lebih ada 30 hektare yang terserang tikus. Biasanya memang menyerang sawah yang memiliki pola tanam tidak terputus. Artinya dalam setiap tahun padi ditanami padi terus,” katanya.
Sigit menyampaikan serangan hama tikus sebenarnya bisa dikendalikan. Metode paling umum digunakan qdalah gropyokan.
“Para petani berburu tikus bersama-sama dan itu cukup efektif,” jelasnya.
Untuk metode lainnya adalah rodentifikasi atau pengasapan di lubang-lubang tempat tikus bersarang.
“Ini semacan mercon yang tidak meledak tapi menghasilkan asap yang membuat tikus mabuk dan mati,” tutupnya. (*)






