Petani Mulai Tinggalkan Tembakau, Diversifikasi Tanaman Dinilai Lebih Sehat dan Menguntungkan

oleh -81 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 03 at 9.03.04 AM
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Kurnia Dwi Artanti (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Sejumlah petani di berbagai daerah mulai mengurangi ketergantungan pada tanaman tembakau dan beralih ke komoditas lain yang dinilai lebih menguntungkan sekaligus memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah. Perubahan ini muncul seiring meningkatnya kesadaran petani terhadap dampak kesehatan yang dapat timbul selama proses budidaya tembakau.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Kurnia Dwi Artanti mengatakan sebagian petani yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari tembakau kini mulai melakukan diversifikasi tanaman. Keputusan tersebut lahir dari pengalaman mereka sendiri setelah mengetahui masih banyak komoditas lain yang mampu memberikan nilai ekonomi yang baik.

“Petani awalnya mereka adalah petani tembakau. Kemudian mereka melakukan diversifikasi karena dari pengalaman mereka ternyata ada cara lain selain menanam tembakau,” kata Kurnia, Minggu (2/8).

Menurutnya, meski budidaya tembakau kerap dianggap mampu menghasilkan keuntungan, pekerjaan tersebut juga menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Salah satunya adalah Green Tobacco Sickness (GTS), yaitu kondisi keracunan nikotin akibat penyerapan nikotin dari daun tembakau basah melalui kulit saat proses panen maupun pengolahan.

Kurnia menjelaskan GTS dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti mual, muntah, pusing, sakit kepala, tubuh terasa lemas, hingga berkeringat berlebihan. Kondisi tersebut sering kali dialami petani yang melakukan kontak langsung dengan daun tembakau dalam waktu cukup lama tanpa perlindungan yang memadai.

“Karena menanam tembakau itu, walaupun ada orang yang mengatakan menguntungkan, tetapi ada satu sisi penyakit yang bisa muncul yakni Green Tobacco Sickness,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman menghadapi risiko kesehatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong sebagian petani mulai memilih komoditas lain. Selain tetap memberikan nilai ekonomi, diversifikasi tanaman juga dinilai mampu mengurangi paparan nikotin yang berpotensi membahayakan kesehatan para petani.

Kurnia menambahkan diversifikasi pertanian bukan hanya menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani, tetapi juga dapat menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan pekerja sektor pertanian. Dengan semakin banyak pilihan komoditas yang memiliki prospek pasar baik, petani diharapkan dapat memperoleh penghasilan yang berkelanjutan tanpa harus menghadapi risiko kesehatan yang tinggi akibat paparan nikotin dari tanaman tembakau. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.