KabarBaik.co, Blitar – Seorang pemuda asal Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, meninggal dunia setelah menjadi korban ledakan petasan yang digantungkan pada balon udara tanpa awak, Rabu (27/5).
Korban diketahui berinisial I, 23 tahun, warga Dusun Tekik, Desa Tambakan. Korban mengalami luka berat berupa tangan kanan putus hingga siku serta luka bakar serius di bagian wajah dan perut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di area persawahan Dusun Tekik, saat warga sedang melaksanakan salat Idul Adha.
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muhaeni mengatakan, saat itu korban bersama enam anak lainnya sedang menerbangkan balon udara yang dipasangi petasan.
“Pada saat korban memegang petasan yang digantungkan di balon udara, tiba-tiba petasan tersebut meledak dan mengakibatkan korban mengalami luka berat,” ujarnya.
Korban kemudian dievakuasi warga dan petugas menuju RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah sempat menjalani perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Selain korban meninggal, dua anak lainnya juga mengalami luka ringan. Korban berinisial ADR, 11 tahun, mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan dagu. Sedangkan korban berinisial D, 12 tahun, mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan wajah.
Usai menerima laporan warga, petugas gabungan dari Polsek Gandusari, SPKT, dan Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan pendalaman dengan meminta keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut,” pungkas Saiful. (*)








