KabarBaik.co, Bojonegoro – Menjelang Idul Adha, permintaan kambing kurban di Bojonegoro mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini membawa angin segar bagi para peternak, mengingat banyaknya permintaan tersebut di barengi dengan naiknya harga kambing mereka.
Kenaikan permintaan ini turut dirasakan para peternak, salah satunya Didik, 28, peternak kambing gibas asal Desa Margomulyo, Balen Bojonegoro. Ia mengungkapkan, harga kambing mulai mengalami kenaikan sejak H-7 Lebaran Idul Fitri lalu. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan awal tahun 2026, ketika harga kambing sempat mengalami penurunan cukup signifikan.
“Awal tahun kemarin harga sempat anjlok, tapi sekarang sudah mulai naik lagi menjelang Idul Adha,” ujar Didik, Selasa (12/5).
Saat ini, Didik memelihara sekitar 400 ekor kambing jenis gibas di kandangnya. Ratusan hewan ternak tersebut disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan berkurban pada Idul Adha tahun ini.
Dari sisi harga, kambing jantan dijual dengan kisaran Rp 2,3 juta hingga Rp 3 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi hewan. Sementara itu, kambing betina dibanderol di bawah Rp 2 juta.
Menurut Didik, sejumlah kambing yang dipeliharanya bahkan telah dipesan oleh pembeli. Sistem pemesanan ini dilakukan agar stok tetap terjaga dan pengiriman bisa dilakukan mendekati hari raya.
“Sudah ada yang booking juga, nanti tinggal antar saat mendekati Idul Adha,” jelasnya.
Meningkatnya permintaan hewan kurban turut berdampak positif terhadap omzet penjualan. Didik memperkirakan, pada momentum Idul Adha tahun ini, ia dapat meraih omzet hingga puluhan juta rupiah.
Tak hanya berasal dari Bojonegoro, pembeli kambing gibas miliknya juga datang dari sejumlah daerah sekitar. Kambing jenis ini dinilai memiliki postur tubuh besar dan cocok untuk dijadikan hewan kurban. Dengan tren kenaikan permintaan yang mulai terlihat, para peternak berharap harga hewan kurban terus bergerak positif hingga mendekati Hari Raya Idul Adha. (*)








