Pilu! Korban Gempa Bawean Gresik Dapat Trauma Healing

Editor: Andika DP
oleh -134 Dilihat
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memberikan suntikan moril untuk korban gempa Bawean di Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Kabut duka menyelimuti Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Gempa magnitudo (M) 6.0 hingga M 6.5 pada Jumat (22/3) lalu, mengakibatkan pulau nan indah itu porak poranda. Ribuan rumah rusak parah. Warga terpaksa mengungsi.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di wilayah Kabupaten Gresik, setidaknya ada sebanyak 304 unit rumah rusak berat, 835 unit rumah rusak sedang, dan 1.334 unit rumah rusak ringan. Ada yang roboh rata dengan tanah, tidak sedikit rumah yang mengalami retak.

Baca juga:  Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Siagakan 41 Relawan di Pulau Bawean

Selain itu, ada juga fasilitas pendidikan. Sebelas rusak sedang dan 39 unit rusak ringan. Beberapa tempat ibadah juga rusak. Tujuh unit tempat ibadah rusak berat, 8 unit rusak sedang, dan 72 unit rusak ringan. Sebanyak delapan bangunan perkantoran juga rusak.

Tentu, gempa dahsyat itu membuat banyak warga Pulau Bawean yang trauma dan histeris. Ini adalah kali pertama Bawean dilanda bencana alam luar biasa. Setelah gempa pertama M 6.0, tercatat hingga hari Sabtu (23/3) ada lebih dari 190 kali gempa susulan.

Baca juga:  11 Kali Diguncang Gempa, Dua Rumah di Tuban Dilaporkan Rusak Parah

Membawa bantuan dan dukungan moril, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak gempa Bawean. Antara lain, mengunjungi serta memberikan trauma healing kepada warga di pengungsian Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.

Sekitar 200 kepala keluarga yang mengungsi di tenda darurat tersebut. Lokasinya dataran tinggi. Para korban masih diselimuti rasa trauma dan khawatir terjadi gempa susulan. Alhasil, warga lebih memilih untuk tidur di tenda daripada berada di rumah mereka.

Baca juga:  Mengapa Indonesia Sering Gempa Bumi? Ini Kejadian Terparah dalam 10 Tahun Terakhir

“Kami memberikan sosialisasi terkait mitigasi bencana dan trauma healing kepada warga. Ini menjadi penting karena mengembalikan rasa percaya kepada masyarakat bahwa Bawean baik-baik saja,” ucap Bupati Yani, Minggu (24/3).

Selain itu, pihaknya terus melakukan koordinasi bersama pihak terkait, dengan kesiapsiagaan kedaruratan gempa Bawean. Termasuk memberikan bantuan berupa makanan siap saji untuk digunakan berbuka dan sahur untuk para pengungsi. Dengan mendirikan dapur umum.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.