Polisi Terjunkan Anjing Pelacak untuk Sisir TKP Perampokan Sadis di Dukun Gresik, Pelaku Terendus?

Editor: Andika DP
oleh -6285 Dilihat
Anjing pelacak Unit K-9 Polda Jatim saat menyisir TKP di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Kasus dugaan perampokan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik masih terselimut kabut. Jajaran Satreskrim Polres Gresik terus bekerja untuk mengungkap kasus yang menewaskan Wardatun Toyibah, 28 tahun tersebut.

Terbaru, kepolisian sampai harus menerjunkan anjing pelacak Unit K-9 Polda Jatim. Tujuannya untuk menyisir tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari petunjuk tambahan. Pasalnya, sudah sepekan sejak kejadian, pelaku masih berkeliaran.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menjelaskan, menerjunkan anjing pelacak adalah usaha untuk mengidentifikasi radius tertentu yang pihaknya curigai di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga:  TKP Rusak, Polisi Dalami Keterangan Saksi Perampokan Sadis di Dukun Gresik

Anjing pelacak itu diharapkan mampu nengendus jejak pelaku. Misalnya, sarung pisau yang tertinggal di lokasi kejadian, jejak pelaku pada loker uang yang dicuri, maupun beberapa barang mencurigakan yang ditemukan di sepanjang jalan masuk desa.

Proses penyidikan pun sempat tersendat lantaran minimnya bukti. Pasalnya kondisi korban dan TKP sudah dalam kondisi bersih saat petugas tiba. Dari informasi yang dihimpun, pihak keluarga memang bergegas memindahkan korban lantaran sempat menduga korban digigit ular.

Baca juga:  Buang Bayi di Pondok Pesantren, Pasangan Mahasiswa Diamankan Polres Gresik

“Hal itu juga kami dalami. Apakah ada unsur kesengajaan atau memang murni kelalaian saja. Semoga bisa segera terungkap. Penyidikan terus kami lakukan. Mohon waktu,” ujar alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2015 tersebut.

Kendala yang dialami polisi kian rumit tatkala suami korban Mahfud, 42 tahun, mengaku tidak tahu menahu terkait peristiwa yang menimpa istrinya. Padahal tinggal satu rumah. “Saat kejadian, saya tertidur di luar (ruang tamu, red) dan tidak tahu ciri-ciri pelaku,” ujar Mahfud.

Baca juga:  Kapolres Gresik Bareng Anggota Peringati Nuzulul Quran

Mahfud dan keluarganya bahkan sempat mengira bahwa Wardatun Toyibah melakukan aksi bunuh diri. “Ternyata saya lihat di loker uang ternyata hilang. Uang senilai hampir Rp 160 juta dan handphone saya hilang,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.