KabarBaik.co, Surabaya – Polisi menangkap salah satu pelaku jambret yang menewaskan seorang ASN di Jalan Kusuma Bangsa. Pelaku ditembak kakinya.
Korban yang meninggal usai dijambret adalah Widya Riskyanti, 28, staf di Kantor Pertanahan atau BPN Surabaya. Pelaku yang belum diumumkan identitasnya itu ditembak di bagian kedua kakinya saat proses penangkapan.
Hal tersebut dibenarkan oleh sumber internal kepolisian. Pihaknya memastikan bahwa pelaku yang menjadi tersangka dalam kasus penjambretan yang menewaskan Widya telah diamankan.
“Pelaku penjambretan korban Widya Riskyanti sudah ditangkap,” ujar sumber tersebut, Kamis (11/6).
Namun, proses hukum masih berlanjut. Polisi saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan atau komplotan pelaku lainnya.
“Tunggu (rilis) dari Kapolrestabes. Kita juga masih pengembangan terus ke komplotannya,” tambahnya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya diberitakan, Widya Riskyanti meninggal dunia setelah dirawat selama empat hari di RSUD Dr. Soetomo. Korban mengembuskan napas terakhir pada Jumat (5/6) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Ibu korban, Isnaini Budiarti, 53, menceritakan bahwa anaknya mulai mendapatkan perawatan intensif sejak Selasa (2/6) malam dan sempat menjalani operasi. Namun, kondisi kesehatan korban terus menurun hingga akhirnya tak tertolong.
“Dirawat mulai Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat sekitar jam 3 sore meninggal dunia,” ujar Isnaini.
Kejadian bermula saat korban sedang dalam perjalanan pulang kerja mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di belakang sebuah mal, pada Selasa sore. Diduga korban dijambret oleh dua orang pelaku yang juga menggunakan motor, hingga korban jatuh dan tergeletak di jalan dengan kondisi tak sadarkan diri.
“Luka di bagian kepala paling banyak. Dia (saat ditemukan) tergeletak helm copot,” kenang Isnaini.
Benda yang diambil pelaku adalah tas berisi ponsel dan dompet. Sebelum kejadian, keluarga sempat merasa cemas karena pukul 18.00 WIB korban belum sampai rumah dan pesan WhatsApp hanya centang satu serta telepon tidak tersambung.
Harapan Keluarga
Sementara itu, kakak korban, Irma M, 33, mengaku lega karena satu pelaku sudah tertangkap. Namun, ia berharap polisi dapat segera menangkap satu lagi pelaku yang masih buron agar bisa diadili sesuai hukum.
“Katanya dua orang pelaku naik motor. Sudah tertangkap satu,” ungkapnya.
“Pihak polisi semoga bisa menangkap semua pelaku karena sudah menghilangkan nyawa. Jahat banget ini, sudah cukup ke adik saya jangan ke yang lainnya,” pungkas Irma. (*)






