KabarBaik.co – Polemik soal pergantian Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Jember, Ahmad Musoddaq menuai pro kontra. Bahkan beberapa pihak menilai, pergantian ini sengaja dilakukan oleh Bupati Hendy Siswanto karena adanya kepentingan politik. Sebab, pergantian dilakukan saat momentum Pilkada 2024.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Jember, Firjaun Baralaman atau Gus Firjaun menjelaskan bahwa Ahmad Musoddaq mengalami sakit serius dan disarankan dokter untuk beristirahat penuh.
“Kemarin kami mendapat informasi bahwa Pak Musoddaq sakit cukup serius, masalah jantung, sehingga perlu istirahat dan itu juga ada bukti surat dari dokter,” ujarnya, Jumat (20/9).
Ia menjelaskan, sakit yang dialami Musoddaq membuatnya tidak memungkinkan untuk bekerja, karena kondisi kesehatannya yang menurun.
“Jangan sampai memaksakan untuk tetap bekerja, apalagi dengan kondisi yang cukup serius seperti ini,” terangnya.
Atas dasar itu, kata Gus Firjaun, posisi diisi oleh Plh agar tugas-tugas Kesra tetap berjalan dengan semestinya.
“Kan tidak mungkin ada kekosongan, jadi tugas-tugas yang biasa dilakukan oleh Pak Musoddaq tetap bisa dilaksanakan meskipun beliau sedang cuti, jadi diputuskan adalah Pak Bagus Hendrawan sebagai Plh,” tambah Gus Firjaun.
Soal isu di luar, ia mungkapkan bahwa tidak ada mutasi atau pergantian Kabag Kesra.
“Jadi saya tegaskan, tidak ada mutasi atau pergantian, apalagi kepentingan politik, ini murni karena beliau jatuh sakit dan harus mengambil cuti besar,” tegasnya. (*)








