KabarBaik.co, Bima – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa. Lokasi yang diprioritaskan berada di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, dan saat ini masih dalam tahap kajian teknis.
Pembangunan sekolah berasrama yang menjadi program pemerintah pusat tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah Pulau Sumbawa.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan dukungan penuh Pemprov NTB terhadap program tersebut melalui penyediaan lahan hibah untuk pembangunan sekolah.
“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Saat ini masih dilakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling tepat,” ujar Iqbal usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum meninjau lokasi belum lama ini.
Menurutnya, terdapat dua alternatif lahan yang sedang dikaji dengan luas sekitar 13 hektare dan 18 hektare. Kedua lokasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan pendidikan terpadu sesuai konsep Sekolah Rakyat.
Iqbal menilai pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi muda yang lebih kompetitif.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan lokasi yang disiapkan memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena didukung ketersediaan lahan yang cukup luas.
“Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Saat ini kami sedang melihat lokasi yang paling siap untuk mendukung pembangunan,” katanya saat meninjau kawasan yang diusulkan.
Namun, pemerintah masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah sebelum proyek dapat direalisasikan. Hasil peninjauan menunjukkan masih diperlukan penanganan berbagai aspek teknis, mulai dari akses jalan menuju lokasi, penataan alur sungai, penyesuaian jaringan listrik, hingga penataan fasilitas pendukung di sekitar kawasan pembangunan.
“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Dody.
Saat ini pemerintah pusat dan Pemprov NTB terus melakukan koordinasi serta kajian kelayakan untuk menentukan lokasi terbaik yang mampu mendukung operasional Sekolah Rakyat dalam jangka panjang.
Desa Pandai masih menjadi lokasi yang paling berpeluang untuk ditetapkan sebagai kawasan pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa. Jika terealisasi, proyek tersebut akan menjadi langkah penting dalam upaya pemerataan pendidikan di NTB dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia. (*)






