Pra-Rekonstruksi Jadi Kunci Kasus Kematian Mahasiswi UMM, Polda Jatim Dalami Peran Tersangka Bripka AS

oleh -318 Dilihat
f4ee6242 ed79 4cf9 b718 64e716acd14c
Tersangka Bripka Agus Sulaiman yang tega membunuh adik iparnya sendiri kini tertunduk lesu saat digelandang polisi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Polda Jawa Timur terus mengintensifkan penyidikan kasus tewasnya Faradila Amelia Najwa, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ditemukan di sungai wilayah Pasuruan.

Korban merupakan adik ipar dari Bripka Agus Sulaiman, Penyidik menyiapkan pra-rekonstruksi sebagai langkah lanjutan untuk memperjelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Pra-rekonstruksi tersebut dijadwalkan dalam waktu dekat dan akan difokuskan pada pencocokan keterangan para tersangka dengan fakta di lapangan. Proses ini diharapkan mampu mengurai secara detail peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, pra-rekonstruksi menjadi penting karena masih ditemukan perbedaan keterangan antara dua tersangka. “Di situ nanti akan kita lihat kecocokan antara pengakuan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Pasuruan, Dugaan Pembunuhan

Dalam kasus ini, Bripka Agus Sulaiman, anggota Intelkam Polsek Krucil Polres Probolinggo, telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, penyidik memastikan perbuatan tersebut tidak dilakukan seorang diri.

“Tersangka utama dibantu satu orang lainnya, sehingga peran masing-masing masih terus kami dalami,” kata AKBP Jumhur menambahkan.

Tersangka kedua, Suyitno, yang merupakan teman lama Bripka Agus, sempat melarikan diri selama beberapa hari. Ia berpindah lokasi dari satu daerah ke daerah lain sebelum akhirnya diamankan petugas di Probolinggo.

Untuk melengkapi rangkaian penyidikan, polisi juga memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan korban. “Kami sudah meminta keterangan teman-teman kuliah korban dan juga ibunya untuk menyambungkan informasi yang ada,” jelas AKBP Jumhur.

Terkait motif, kepolisian menegaskan belum menarik kesimpulan. “Motifnya masih kami dalami karena keterangan yang kami terima belum sepenuhnya sama,” ungkapnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan awal terhadap korban mengarah pada dugaan adanya kekerasan fisik. “Ada indikasi luka di bagian leher, namun penyebab pasti kematian masih menunggu pendalaman lebih lanjut,” pungkas AKBP Jumhur.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.