Presiden Prabowo Nilai Pernyataan Kepala PCO Hasan Nasbi Ucapan Teledor, Keliru dan Kurang Waspada

oleh -45 Dilihat
HASAN NASBI JUBIR
Hasan Nasbi memutuskan mundur dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan sejak 21 April lalu.

KabarBaik.co- Presiden Prabowo Subianto, akhirnya angkat suara soal kontroversi Hasan Nasbi, kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO). Prabowo mengakui, Hasan Nasbi keliru dan teledor ketika menyikapi teror kepala babi ke salah satu media pers.

‘’Benar itu. Ucapan yang menurut saya itu ucapan teledor, ucapan keliru itu. Saya kira beliau (Hasan Nasbi, Red) menyesal,’’ kata Prabowo saat berdialog dengan tujuh pemimpin media di Hambalang, Bogor, seperti dilansir di kanal YouTube, Senin (7/4).

Prabowo pun berjanji mau memperbaiki masalah komnukasi tersebut. Dia tidak menampik ada salah ucap timnya. ‘’Banyak orang baru di pemerintahan. Sebagian menteri-menteri yang senior, ada yang dari kabinet lama. Tapi, banyak yang baru. Jadi, mungkin kurang waspada, kurang hati-hati dalam dalam mengucap. Saya belum ketemu (sama Hasan Nasbi, Red). Saya juga kaget,’’ ungkapnya.

Diketahui, Kantor Komunikasi Kepresiden dibentuk di akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo. Termasuk pelantikan Hasan Nasbi sebagai kepala lembaga bersangkutan. Tepatnya, dilantik 19 Agustus 2024. Sedangkan pelantikan Prabowo sebagai Presiden dua bulan kemudian atau 20 Oktober 2024. Artinya, Hasan Nasbi dipilih dan dilantik oleh Jokowi, tetapi masih dipakai Presiden Prabowo.

Sebelum menjadi kepala PCO, Hasan Nasbi adalah seorang pengamat dan konsultan politik asal Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia kelahiran 1979. Hasan Nasbi lulus sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI). Ia dikabarkan pernah menjadi seorang wartawan. Namun, tidak lama hanya di rentang waktu 2005-2006. Lalu, pada 2006-2008, Hasan Nasbi bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik UI. Lalu, mendirikan Lembaga Survei Cyrus Network.

Nama Hasan Nasbi mulai dikenal ketika menjadi konsultan politik Jokowi pada 2012. Kala itu, Hasan Nasbi sukses membantu mengantarkan Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namanya juga sempat menjadi perbincangan lantaran menjadi salah seorang inisiator berdirinya Teman Ahok, organisasi relawan Ahok di Pilkada Jakarta 2017.

Dalam dialog bersama tujuh pimpinan media itu, Prabowo tidak menjawab apakah Hasan Nasbi bakal dicopot (reshuffle) seperti disuarakan banyak tokoh, ataukah tetap dipertahankan. ‘’Mungkin karena baru dalam posisi pemerintahan yang selalu disorot, jadi kadang-kadang orang yang dari perencana, atau dunia survei, atau dunia akademis, kemudian muncul di panggung publik,’’ ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.