KabarBaik.co – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan dari 20 SMA sederajat di Kota Pasuruan, Kamis (24/10). Kegiatan tersebut merespons tingginya angka kasus bullying dan kekerasan seksual yang terjadi di berbagai daerah.
Presiden BEM Fakultas Hukum Unmer Pasuruan, Merdian Engge Doku Bani menyatakan, kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada Masyarakat. Apalagi saat ini masyarakat diramaikan oleh kasus bullying, sehingga menjadi pembahasan untuk pencegahan di kalangan siswa-siswi.
“Bullying menjadi topik penting dalam pengabdian kepada masyarakat, makanya BEM FH Unmer mengajak puluhan siswa SMA sederajat untuk dapat melakukan pencegahan sejak dini,” kata Merdian.
Menurut Merdian, ada beberapa kasus bullying di Kota Pasuruan yang korbannya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa beberapa waktu. Beberapa korban dan teman-temannya juga ketakutan untuk melaporkan atau melakukan pencegahan yang dilakukan para pelaku.
“Korban bullying di Kota Pasuruan sempat dirawat di RSJ. Terbongkarnya cukup lama dan ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Merdian. Karena itu, melalui kegiatan FGD ini, BEM FH Unmer mengajak para siswa-siswi se-Kota Pasuruan untuk melakukan pencegahan. Mendekati korban agar dapat pendampingan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi.
Wiwin Ariesta, dosen FH Unmer Pasuruan sekaligus narasumber FGD mengatakan, kegiatan yang digagas para mahasiswa sangat baik untuk pencegahan permasalahan bullying dan kekerasan seksual di kalangan pelajar. Sebab, saat ini cukup marak kasus-kasus tersebut mulai terungkap setelah korban mengalami tekanan.
“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa dengan pelajar SMA se-Kota Pasuruan untuk membuka permasalahan yang ada dengan cara pencegahan, pendekatan dapat mengungkapkan kasus bullying,” ungkap Wiwin.
Wiwin menyatakan, dengan saling tukar informasi dan masukan setiap kasus yang ditemui, maka jalan keluar penyelesaian setiap perkara bisa ditemukan. Salah satunya pendekatan kepada korban-korban bullying dilakukan oleh teman dekatnya.
“Peran teman dekat korban atau yang mengetahui kejadian bullying salah satu cara untuk mengungkap dan mencegah bullying terjadi kembali,” jelas Wiwin. (*)






