Produksi Penuh, JTB Siap Salurkan Gas untuk Industri di Jatim dan Jateng

oleh -39 Dilihat
WhatsApp Image 2024 09 19 at 11.09.46
Lapangan pemrosesan gas di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, telah mencapai kapasitas produksi penuh 192 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dengan stabil untuk jangka waktu panjang. Produksi tersebut siap disalurkan secara optimal ke industri di Jatim dan Jateng.

Pipa gas Cirebon-Semarang merupakan proyek infrastruktur yang bertujuan meningkatkan distribusi gas bumi di wilayah Jateng dan sekitarnya. Proyek ini sebagai upaya pemerintah mendukung kebutuhan energi yang terus meningkat, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil lainnya.

Capaian kapasitas produksi penuh gas JTB sebesar 192 MMSCFD tersebut telah melalui beberapa tahapan uji ketahanan/performance test. Dari produksi tersebut sebanyak 125 MMSCFD sudah terserap oleh buyer dari PLN, PKG, dan Jargas Lamongan (PGN).

”Masih terdapat peluang untuk meningkatkan serapan gas sekitar 70 MMSCFD. Untuk itu kami berharap produksi ini segera bisa terserap dari industri, tidak hanya di Jawa Timur. Utamanya kami harapkan dari Jateng dengan pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang,” ujar GM Zona 12, Mefredi, dalam keterangannya, Kamis (19/9).

Lapangan JTB telah beroperasi dan mengalirkan gas perdana sejak 20 September 2022 lalu. Di awal produksinya gas sudah mengalir sebesar 70 MMSCFD dan secara bertahap meningkat. Beberapa kali berkesempatan memproduksi gas sebesar 192 MMSCFD, walaupun dengan durasi singkat karena keterbatasan demand gas Jatim-Jateng.

”Capaian penting ini tentunya dibarengi peningkatan kinerja, tetap menjaga operasi yang selamat dengan fasilitas produksi yang andal, serta selalu memperhatikan lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegas Mefredi.

Mefredi menekankan ke depannya Pertamina EL Cepu (PEPC) berkomitmen untuk menjaga capaian produksi di Lapangan JTB. Yaitu dengan menjaga aspek-aspek reliability dan integrity fasilitas produksi atau Gas Processing Facility (GPF) pada fase operasi agar beroperasi 100 persen.

”Disamping itu penting untuk selalu menerapkan implementasi aspek HSSE dalam operasi perusahaan dan melakukan upaya optimasi penyerapan gas JTB sesuai komitmen buyer atau PJBG,” tandas Mefredi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.