Puskesmas Pakisaji Minta Maaf Usai Dokternya Hina Pasien BPJS yang Meninggal

oleh -132 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 07 at 10.45.44 AM
Pernyataan maaf dari Puskesmas Pakisaji lewat media sosial (Tangkapan layar)

KabarBaik.co, Malang – Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah salah seorang dokternya menjadi sorotan publik akibat komentar yang dinilai tidak berempati terhadap almarhum Yurizal Tri Chaerawan, pasien pengguna BPJS Kesehatan asal Bogor.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Puskesmas Pakisaji pada Rabu (5/8). Dalam pernyataan tersebut, manajemen mengakui adanya kegaduhan yang terjadi di media sosial dan memastikan persoalan tersebut telah ditangani sesuai mekanisme internal.

“Sehubungan dengan beredarnya informasi yang menjadi perhatian publik di beberapa platform media sosial saat ini, yang dikaitkan dengan salah satu staf UPT Puskesmas Pakisaji, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tulis manajemen Puskesmas Pakisaji.

Pihak puskesmas juga menegaskan telah mengambil langkah tegas terhadap staf yang bersangkutan serta menjamin insiden tersebut tidak memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.

“Manajemen Puskesmas Pakisaji telah mengambil langkah tegas dan menindaklanjuti permasalahan tersebut secara internal sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kami menjamin peristiwa ini tidak berimbas pada kualitas layanan. Seluruh jajaran Puskesmas Pakisaji tetap beroperasi seperti biasa dan senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, profesional, dan sepenuh hati bagi masyarakat,” lanjut pernyataan tersebut.

Dokter itu adalah dr Herdiana Ayu Saputri yang berdinas di Puskesmas Pakisaji. Herdiana juga merupakan seorang ASN di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

“yurizal yurizal, kau masuklah ke triase merah dulu zal, nanti cepet kau dapat kamar. Lengkap dengan ventilator dan monitornya bunyi “tit tit…tit..titt..”. Dingin bgt kamarnya zal, bs pake bpjs,” komentar Herdiana.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang membenarkan bahwa dokter yang menjadi sorotan merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai dokter fungsional di UPT Puskesmas Pakisaji.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Izzah EL Maila, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan awal dan saat ini masih menjalankan proses investigasi terhadap dugaan pelanggaran disiplin.

“Iya benar yang bersangkutan merupakan dokter fungsional di Puskesmas Pakisaji. Kita sudah mengambil langkah-langkah terkait itu. Kita usahakan secepatnya, hasilnya nanti akan kita sampaikan,” ujarnya, Jumat (7/8).

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads milik Yurizal Tri Chaerawan pada akhir Juli 2026. Dalam unggahannya, Yurizal mengaku telah menunggu sekitar delapan jam untuk memperoleh kamar perawatan di sebuah rumah sakit. Ia memilih tidak menyebut nama rumah sakit tersebut karena menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Unggahan itu kemudian ramai diperbincangkan dan memicu beragam respons. Namun, perhatian publik tertuju pada sejumlah komentar dari akun yang diduga milik tenaga kesehatan, termasuk dokter, yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kondisi pasien.

Salah satu komentar yang menjadi sorotan berasal dari akun @herdiana_asp yang diduga milik dr. Herdiana Ayu Saputri. Komentar tersebut berisi sindiran mengenai ruang triase merah, ventilator, dan monitor pasien, sehingga menuai kecaman luas dari warganet karena dianggap tidak pantas disampaikan oleh seorang tenaga medis.

Beberapa hari setelah unggahan tersebut viral, tepatnya pada 31 Juli 2026, pihak keluarga mengabarkan bahwa Yurizal Tri Chaerawan telah meninggal dunia. Kabar duka itu semakin memicu kritik publik terhadap komentar-komentar yang sebelumnya dilontarkan sejumlah tenaga kesehatan di media sosial.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang masih melakukan investigasi untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh dokter ASN tersebut. Sementara itu, Puskesmas Pakisaji menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan yang profesional serta menjaga kepercayaan masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.