KabarBaik.co – Koperasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana Koperasi Jasa Pena Wartawan Indonesia (Kopja PWI) sebagai penutupan buku tahun 2025 sekaligus mengawali program kerja 2026.
Ketua PWI Malang Raya Cahyono, menyampaikan bahwa legalitas koperasi telah tuntas sejak Juni 2025. Menurutnya, koperasi ini dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan anggota PWI Malang Raya.
“Alhamdulillah meski baru, koperasi ini sudah bisa menghasilkan,” ujar Cahyono saat RAT yang digelar di Gedung Gabungan Pengusaha Rokok Malang (Gaperoma), Jalan Bromo No. 25 Kota Malang, Selasa (6/1).
Ke depan, Kopja PWI Malang Raya berencana mengembangkan usaha ke sektor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan berlokasi di Kecamatan Pagak dan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Selain itu, koperasi juga menjajaki kerja sama permodalan dengan Danantara serta membuka peluang kolaborasi dengan dealer mobil listrik.
“Dibutuhkan keseriusan pengurus dan anggota agar koperasi ini dapat tumbuh dan benar-benar memberi manfaat bagi anggota,” tegasnya.
RAT perdana ini dihadiri seluruh anggota Kopja PWI Malang Raya yang berjumlah 22 orang. Kegiatan tersebut mengusung tagline “Menjadi Pilar Kesejahteraan Wartawan Malang Raya yang Mandiri dan Profesional melalui Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif.”
Ketua Gaperoma, Johny ST, mengapresiasi keberadaan koperasi wartawan Malang Raya sebagai sarana bisnis organisasi. Ia menekankan pentingnya rasa memiliki seluruh anggota serta penentuan arah usaha yang fokus dan berkelanjutan.
“Perlu diletakkan sistem yang kuat agar kepengurusan selanjutnya dapat meneruskan dan mengembangkan koperasi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kopja PWI Endang Sukarelawati, menyatakan legalitas koperasi, termasuk e-Faktur perpajakan, telah tuntas sehingga peluang kerja sama dengan berbagai mitra dapat semakin ditingkatkan.
Apresiasi juga disampaikan Mahardika Dwi Irawan SE, Fungsional Pengawas Koperasi Diskopindag Kota Malang. Ia menyebut RAT perdana Kopja PWI menempati urutan ke enam dari total 409 koperasi di Kota Malang yang telah melaksanakan RAT.
“RAT menjadi momentum untuk merumuskan kebijakan dan pengembangan usaha ke depan. Pemerintah siap mendukung melalui pembiayaan usaha mikro dengan skema yang meringankan,” pungkas Mahardika.(*)








