Ratusan Warga Made Sambikerep Rebutan Tumpeng Agung di Tradisi Sedekah Bumi

oleh -83 Dilihat
c7dfe7e9 3df1 4ba6 8c56 810513acb053
Warga Made berebut Tumpeng Agung dalam acara Sedekah Bumi. (Foto: Yudha)

KabarBaik.co – Ratusan warga Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, tumpah ruah pada Minggu siang (29/9) untuk mengikuti tradisi Sedekah Bumi. Acara yang selalu dinantikan setiap tahun ini menampilkan puncak kegiatan berebut tumpeng agung, yang berisi berbagai hasil bumi, seperti sayuran dan buah-buahan.

Meski harus berdesakan di tengah teriknya matahari, antusiasme warga tidak surut. Mereka rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan sayuran segar yang menghiasi tumpeng agung setinggi dua setengah meter. Empat tumpeng tersebut dihias secara kreatif oleh warga setempat, menambah kemeriahan acara.

“Saya dapat nanas dan beberapa sayuran lainnya. Seru, karena sudah tradisi di sini,” kata Diba, salah satu warga yang ikut berebut hasil bumi. Ia mengaku senang meskipun harus bersaing dengan ratusan warga lainnya untuk mendapatkan bahan makanan yang nanti akan diolah di rumah.

Hal serupa juga dirasakan oleh Rima dan Margaret, warga lainnya yang turut serta dalam tradisi tersebut. “Meski kotor dan berdesakan, kami dapat banyak sayuran seperti kubis, wortel, dan kacang panjang. Ini nanti mau dimasak ditumis,” ujar Rima.

Tradisi berebut tumpeng agung ini bukan hanya ajang seru-seruan, melainkan juga simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Warga Kelurahan Made menganggap acara ini sebagai ungkapan terima kasih atas rezeki yang melimpah selama satu tahun terakhir.

Lurah Made, Widodo Adi Santoso, menjelaskan bahwa acara ini merupakan tradisi turun-temurun yang selalu diadakan setiap tahun. “Ini sebagai wujud rasa syukur warga atas kesehatan, kebahagiaan, dan rezeki yang mereka terima selama setahun. Kalau di sini namanya Tegal Desa,” ujar Widodo.

Tidak hanya berebut tumpeng, rangkaian acara Sedekah Bumi ini juga dimeriahkan dengan karnaval budaya. Warga menampilkan berbagai kreasi busana karnaval hingga pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana semakin meriah dengan hadirnya ogoh-ogoh yang dikirab bersama tumpeng agung.

Karnaval tersebut melibatkan ratusan warga dari empat RW di Kelurahan Made. Mereka mempersiapkan busana dan properti sejak beberapa minggu sebelumnya untuk menampilkan yang terbaik. Kreativitas warga tampak dalam setiap penampilan, menjadikan karnaval budaya ini sebagai salah satu daya tarik utama.

Acara Sedekah Bumi di Made, Sambikerep, selalu diadakan setiap tahun antara bulan September hingga Oktober. Selain menjadi sarana silaturahmi antarwarga, acara ini juga diharapkan bisa memperkuat nilai-nilai budaya dan tradisi yang sudah melekat di masyarakat setempat.

“Kami berharap acara seperti ini bisa terus dilestarikan oleh generasi penerus, karena ini bukan hanya tentang tradisi, tapi juga wujud penghargaan terhadap alam dan Tuhan yang telah memberikan berkah kepada kami,” tutup Widodo. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.