Rayakan Hari Ibu, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan: Perempuan Bukan Penonton Demokrasi, Tapi Penjaganya

oleh -91 Dilihat
IMG 20251222 WA0019
Vita Suci Rahayu, ketua Bawaslu Kota Pasuruan. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co – Dalam momentum Hari Ibu, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, menyampaikan pesan mendalam tentang peran strategis perempuan. Khususnya dalam memperkuat demokrasi, pemberdayaan ekonomi, serta ketahanan sosial keluarga.

Tidak hanya sebagai pemimpin lembaga pengawas pemilu, Vita adalah sosok ibu dari lima anak yang telah lama berkiprah dalam pemberdayaan perempuan. Sebelum memimpin Bawaslu Kota Pasuruan, Vita telah mengabdikan diri pada isu pemberdayaan kaum perempuan melalui Program Jalan Lain Menuju Sejahtera – Program Feminisasi Kemiskinan Provinsi Jawa Timur pada 2014–2019.

Perjalanan tersebut menghantarkannya memahami secara langsung bagaimana perempuan sering menjadi pihak yang paling terdampak kemiskinan, namun juga memiliki kekuatan paling besar untuk bangkit.

Tidak berhenti pada aktivitas sosial, Vita juga menjadi pelaku usaha kecil menengah (UKM) bidang sulam dan bordir dengan brand Miyshaide, yang tidak hanya berfokus pada kreativitas produk fashion craft, tetapi juga memberdayakan pekerja perempuan agar memiliki kemandirian ekonomi.

“Bagi saya, pemberdayaan perempuan bukan slogan. Itu perjalanan hidup. Perempuan sering ditempatkan sebagai objek kebijakan, padahal mereka memiliki kekuatan besar untuk menjadi subjek perubahan,” tegas Vita.

Di dunia kepemiluan, Vita juga bukan pendatang baru. Kariernya dibangun dari bawah, dimulai dari PPS, PPK, Panwascam, hingga akhirnya dipercaya sebagai ketua Bawaslu Kota Pasuruan. Pengalaman panjang ini membentuk komitmennya bahwa perempuan harus hadir dalam ruang demokrasi sebagai pengambil keputusan, pengawas, sekaligus penegak integritas pemilu.

“Saya percaya, perempuan bukan hanya penonton demokrasi, tetapi penjaganya. Kehadiran perempuan dalam pengawasan pemilu memastikan proses politik berjalan lebih manusiawi, adil, dan berintegritas,” ujarnya.

Di tengah kesibukan sebagai pimpinan lembaga negara, Vita tetap menjalankan peran domestik sebagai istri dan ibu dari lima anak. Ia menegaskan bahwa menjadi ibu bukan penghalang perempuan untuk berkarya, tetapi justru sumber energi perjuangan.

“Saya ingin membuktikan bahwa ibu rumah tangga bukan status yang membatasi. Justru dari rumah saya belajar manajemen waktu, ketangguhan mental, dan keikhlasan. Semua itu saya bawa dalam kepemimpinan saya hari ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan Hari Ibu ini, Vita mengajak seluruh perempuan Pasuruan untuk percaya diri, berdaya, dan terus bergerak maju. “Hari Ibu bukan hanya perayaan kasih sayang. Hari Ibu adalah pengingat bahwa perempuan adalah pilar peradaban. Mari kita terus berdaya, berani mengambil peran, dan memberi kontribusi terbaik bagi bangsa,” pesannya.

Dengan rekam jejak yang panjang dalam advokasi perempuan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan demokrasi, Vita Suci Rahayu menjadi salah satu sosok inspiratif di Kota Pasuruan—membuktikan bahwa ibu, pegiat sosial, pelaku usaha, dan pemimpin publik dapat bersatu dalam satu diri perempuan yang kuat, berintegritas, dan menginspirasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.