KabarBaik.co, Surabaya – Atmosfer kebanggaan menyelimuti Gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C UNAIR, Sabtu (11/4). Di hadapan ribuan wisudawan periode 261, Rektor Prof Dr Muhammad Madyan menegaskan bahwa Universitas Airlangga kini telah bertransformasi menjadi pemain utama di panggung pendidikan global.
Dalam sambutannya, Madyan memaparkan deretan prestasi mentereng yang berhasil diraih UNAIR sepanjang tahun 2025-2026. Yang paling fenomenal adalah keberhasilan UNAIR menembus peringkat 287 dunia dalam QS World University Rankings (WUR) 2026. Tak hanya itu, UNAIR juga mengukuhkan diri sebagai kampus yang memiliki dampak sosial tinggi dengan menduduki peringkat 9 dunia pada THE Impact Rankings 2025.
”Pencapaian prestisius ini jangan sampai membuat kita jumawa. Sebaliknya, ini harus menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui inovasi-inovasi yang relevan,” tegas Madyan.
Madyan menitipkan pesan mendalam bahwa keistimewaan sebuah universitas tidak terletak pada kemegahan infrastruktur fisiknya. Menurutnya, nilai sebuah kampus diukur dari sejauh mana para sivitas akademika dan alumninya mampu memberikan pengaruh positif terhadap peradaban global.
“Saudara adalah duta UNAIR. Di mana pun berada, tunjukkan nilai-nilai Excellent with Morality. Ingatlah, reputasi UNAIR kini berada di pundak kalian semua,” imbuhnya di hadapan para wisudawan yang kini resmi menyandang status sebagai Ksatria Airlangga.

Di penghujung pidato, dia mengajak seluruh hadirin meneriakkan slogan “UNAIR HEBAT”, yang merupakan akronim dari nilai-nilai luhur universitas: Humble (Rendah hati), Excellent (Unggul), Brave (Berani), Agile (Tangkas), Transcendent (Transenden)
Sentimen bangga juga dirasakan oleh para lulusan, salah satunya M. Razzan Ramadhana. Alumnus program studi Sarjana Teknologi Sains Data, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) ini mengungkapkan rasa syukurnya setelah melewati masa studi 3,5 tahun yang menantang di kampus terbaik kedua versi QS Asia University Rankings 2026 tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan bersyukur kepada Allah SWT menjadi bagian dari Ksatria Airlangga. Terima kasih kepada orang tua, dosen, dan seluruh sivitas akademika. Semoga ilmu yang kami dapatkan berkah dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Razzan, asal Gresik, Jatim itu.
Sejumlah tokoh yang diwisuda kali ini antara lain Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, alumni program doktor. Lalu, ada Anang Hermansyah, alumni Magister Pengembangan SDM, dan banyak tokoh lainnya.
Wisuda ke-261 tersebut menjadi momentum penting bagi UNAIR untuk membuktikan bahwa pertumbuhan kualitas akademik yang pesat selalu berjalan beriringan dengan pengabdian pada kemanusiaan. (*)






