Rela Naik Turun Bukit, Pantarlih di Kabupaten Pasuruan Lakukan Coklit di Perkebunan

oleh -534 Dilihat
Salah seorang pantarlih di Kabupaten Pasuruan rela mendatangi warga di kebun. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co – Petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) dituntut bekerja keras dalam mensukseskan Pilkada Kabupaten Pasuruan 2024 yang akan berlangsung 27 November mendatang. Memastikan data pemilih akurat dan tidak ada seorang pun yang terlewatkan.

Salah satunya pantarlih yang ada di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, yang harus naik turun bukit untuk menemui masyarakat yang sedang bertani. Apabila tidak dilakukan jemput bola maka capaian pencocokan dan penelitian (coklit) tidak terselesaikan.

Novi Rahma Putri, salah satu pantarlih menuturkan, untuk memenuhi target coklit di Dusun Surorowo, Desa Kayukebek, dia harus mendatangi warga yang masyarakatnya mayoritas petani sayuran di ladang mereka. Sebab, saat siang hari mereka bekerja di ladang dan rumahnya dalam keadaan kosong.

“Harus jalan naik turun bukit tempat ladangnya warga yang ada di lereng gunung. Apabila tidak dilakukan coklit dipastikan tidak selesai, makanya harus jemput bola,” tutur Novi yang baru pertama menjadi petugas pemilu saat ditemui, Senin (8/7).

Bahkan, untuk input data e-coklit yang telah didapatkan, Novi harus rela turun ke desa lain agar jaringan didapatkan dan bisa melakukan entri data. Hal tersebut dilakukan berulang kali untuk memastikan data yang dientri masuk ke sistem.

Novi menuturkan suka duka saat melakukan coklit di ladang sayur-sayuran milik warga. Selain suasana sejuk di atas bukit, petugas juga sering diberikan sayur-sayuran saat petani sedang panen. ”Yang menjadi kendala berarti yaitu signal yang sangat sulit didapat,” jelas Novi.

Wahyu, salah seorang warga merasa senang dengan kinerja pantarlih. Meski hingga saat ini dia belum mengetahui siapa saja tokoh-tokoh yang akan mencalonkan pada Pilkada 2024 mendatang, namun dia bertekad untuk menggunakan hak pilihnya.

“Kita sebagai warga desa tetap diperhatikan dalam pilkada ini, meskipun kita tidak tahu siapa yang akan maju kita tetap diberikan hak kita,” ujar Wahyu.

Khodir, ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sangat mengapresiasi kinerja para pantarlih dengan semangat yang kuat dalam menjalankan tugasnya mendata masyarakat meski lokasi cukup jauh dan melelahkan.

“Petugas coklit yang ada di wilayah Kecamatan Tutur sangat kuat dengan medan hampir setiap daerah pegunungan semua dan warga bertani. Mereka datang untuk mencapai target,” ucap Khodir. Dengan sisa waktu 2 minggu ke depan Khodir menargetkan semua masyarakat di wilayah Tutur dipastikan sudah masuk dalam e-coklit. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.