Rencana Pabrik Etanol-Metanol di Bojonegoro Masuk Tahap Pelepasan Kawasan Hutan

oleh -161 Dilihat
IMG 20260513 WA0032
Kawasan industri wilayah barat Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam) 

KabarBaik.co, Bojonegoro – Rencana investasi pembangunan pabrik etanol-metanol di Bojonegoro kembali menunjukkan perkembangan. Setelah sempat jarang terdengar, proyek tersebut kini memasuki tahap permohonan persetujuan pelepasan kawasan hutan sebagai bagian dari proses pengembangan kawasan industri.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro, Palupi Hadi Ratih Dewanti mengatakan, saat ini proses yang berjalan masih berada pada tahap administratif dan perizinan awal.

“Sekarang masih tahap permohonan persetujuan pelepasan kawasan hutan untuk pengembangan kawasan dan pembangunan industri etanol-metanol serta penelitian lapangannya,” ujar Palupi, Rabu (13/5).

Menurut Palupi, berdasarkan jadwal proyek PT Butonas Petrochemical Indonesia (BPI) Metanol Bojonegoro, pada periode Mei hingga awal November 2026 akan dilakukan front end engineering design (FEED) atau desain rekayasa awal. Tahapan ini diproyeksikan berlangsung selama sekitar enam bulan.

Selain itu, proses perizinan juga mencakup persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta Environmental and Social Impact Assessment (ESIA).

Dokumen ESIA merupakan standar internasional yang tidak hanya menilai dampak lingkungan, tetapi juga mencakup aspek sosial, hak asasi manusia, serta keterlibatan masyarakat. Proses ini telah dimulai sejak Mei 2025 dan ditargetkan rampung pada sekitar September–Oktober 2026.

Berdasarkan perencanaan tersebut, tahap rekayasa, konstruksi, hingga operasional diharapkan dapat selesai pada 2029. Namun, ketika ditanya apakah pabrik sudah dapat beroperasi pada tahun tersebut, Palupi belum memberikan kepastian.

“Prosesnya panjang dan lama. Apakah kemungkinan 2029 sudah siap dan beroperasi, wait and see,” katanya.

Sebelumnya, rencana pembangunan pabrik Etanol-Metanol di Bojonegoro sempat ditargetkan mulai 2027, dengan total nilai investasi yang disebut mencapai sekitar Rp 22,8 triliun, serta menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari pengembangan industri berbasis energi dan bahan baku domestik.

Rencananya, pabrik tersebut akan dibangun di RPH Sawitrejo BKPH Clangap, tepat di sisi fasilitas Gas JTB di desa Bandungrejo kecamatan Ngasem. Perhutani sendiri telah menyiapkan lahan seluas 5.130 hektare, terdiri atas 130 hektare untuk lokasi pabrik dan 5.000 hektare untuk penanaman sorgum sebagai bahan baku. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.