Rendemen Tebu dari Jember Tembus 7 Persen, Disbun Jatim Beri Pujian

oleh -99 Dilihat
Kunjungan Disbun Jatim ke kebun Sumberwadung, Jember. (Foto: Ist)
Kunjungan Disbun Jatim ke kebun Sumberwadung, Jember. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Kualitas panen tebu milik Perumda Perkebunan (PP) Kahyangan Jember di Kebun Sumberwadung, Kecamatan Silo, menuai pujian dari Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jawa Timur.

Penilaian positif ini diberikan lantaran tingkat rendemen atau persentase kadar gula tebu di area tersebut konsisten berada di atas angka 7 persen.

Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Usaha Perkebunan Disbun Jatim, Basuki Rahmat, menyampaikan apresiasi tersebut saat melakukan Penilaian Usaha Perkebunan bersama Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Perkebunan (GPP) Jawa Timur, Drs. Imam.

Ia menyebut rendemen di atas 7 persen membuktikan efektivitas teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga manajemen waktu tebang yang diterapkan di Kebun Sumberwadung.

“Dengan kadae gula yang tinggi membuat bahan baku tebu lebih kompetitif dan berpotensi memaksimalisasi nilai ekonomi perusahaan,” ujarnya, Sabtu (22/8).

Kunjungan Disbun Jatim sekaligus menjadi sarana monitoring langsung terhadap pengelolaan aset dan potensi komoditas perkebunan di daerah Jember.

Direksi dan manajemen PP Kahyangan menegaskan komitmennya untuk terus membenahi tata kelola kebun secara berkelanjutan. Lewat jargon Bangkit, Solid, Jaya.

Perusahaan daerah ini optimistis dapat terus mendongkrak produktivitas serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pendapatan daerah.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.