KabarBaik.co, Nganjuk– Bumi Anjuk Ladang dipastikan akan berubah menjadi lautan manusia penuh semangat dan haru besok, Sabtu (15/5). Mereka akan menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto.
Ribuan buruh dari berbagai penjuru wilayah di Jawa Timur bahkan seluruh Indonesia dikonfirmasi akan berbondong-bondong hadir. Kehadiran massal ini bukan sekadar penyambutan tamu negara, melainkan wujud nyata rasa hormat, persatuan, dan kebanggaan atas sosok Marsinah yang telah mengukir sejarah perjuangan buruh nasional.
Jumlah kehadiran yang fantastis ini diungkapkan langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, yang memastikan antusiasme luar biasa dari rekan-rekan serikat pekerja.
“7.000 buruh akan hadir langsung dari sekitaran Surabaya lalu dari daerah Nganjuk Mojokerto, Jombang dan lain-lain,” ujar Andi Gani dikonfirmasi di museum Marsinah, Jumat (15/5).
Kehadiran ribuan buruh dari berbagai daerah ini menunjukkan bahwa pesan perjuangan Marsinah telah meresap ke seluruh lapisan pekerja, dan momen peresmian besok dianggap sebagai hari bersejarah yang tak boleh dilewatkan begitu saja.
“Iya benar, saya mendengar ada beberapa teman-teman mau long march. Tapi ada buruh yang akan menyambut mulai dari pendaratan di Stadion Anjuk Ladang, lalu akan berbaris semua sampai di sini sampai terakhir. Akan dibagi di berbagai titik,” pungkas Andi Gani.
Penyambutan ini dirancang sangat khusus dan menyentuh makna sejarah. Ribuan buruh tidak hanya berkumpul di satu lokasi saja, melainkan disebar di sejumlah titik strategis yang akan dilewati iring-iringan kendaraan Presiden Prabowo.
Perjalanan kepala negara dari titik pendaratan di Stadion Anjuk Ladang hingga menuju lokasi utama peresmian di Desa Nglundo, Sukomoro, akan diapit dan disambut oleh barisan panjang buruh yang berjejer rapi di sisi jalan.
Ada momen yang sangat berkesan juga direncanakan, yaitu aksi long march atau berjalan kaki bersama yang dilakukan sebagian peserta, menjadi simbol perjalanan panjang perjuangan hak-hak pekerja yang terus dilanjutkan hingga hari ini. (*)







