Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Dinilai Amburadul, Proyek TPS Diduga Boros Anggaran

oleh -68 Dilihat
f4a5505b e3a4 4a04 ac10 1c2a89d763cc
Saat Budi Leksono sidak TPS Pasar Keputran Selatan (istimewa)

KabarBaik.co – Proyek revitalisasi Pasar Keputran Selatan kini tengah menjadi sorotan tajam. Pelaksanaan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi para pedagang dinilai bermasalah, mulai dari fasilitas yang dianggap tidak layak hingga dugaan pemborosan anggaran negara.

Kritik pedas dilontarkan oleh anggota DPRD Kota Surabaya Budi Leksono. Ia menyebut proses revitalisasi pasar tersebut berjalan amburadul. Menurut Budi, kondisi TPS yang dibangun ala kadarnya telah memicu keluhan dari para pedagang karena dianggap tidak representatif untuk mendukung aktivitas jual beli selama gedung utama direnovasi.

Menanggapi tudingan adanya penyelewengan dan pemborosan anggaran dalam pembangunan TPS tersebut, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Surya Agus Priyo akhirnya angkat bicara. Namun, Agus menegaskan bahwa urusan teknis dan tanggung jawab pembangunan TPS bukan berada di bawah kendali langsungnya.

“PPK-nya (Pejabat Pembuat Komitmen) bukan saya,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (23/1).

Agus menjelaskan bahwa secara struktural, pembangunan TPS merupakan wewenang dari Direktur Pembinaan Pedagang (DPP) PD Pasar Surya. Segala urusan teknis serta pelaksanaan di lapangan berada sepenuhnya di bawah komando DPP.

“Iya, wewenang beliau semua. (TPS) di bawah naungan beliau (DPP),” imbuhnya.

Meski menjabat sebagai pimpinan tertinggi di PD Pasar Surya, Agus menepis anggapan bahwa proyek tersebut berjalan tanpa sepengetahuannya. Ia mengakui mengetahui adanya proyek tersebut, namun tidak memahami detail teknis pelaksanaannya.

“Bukan tanpa sepengetahuan, artinya itu kan ada bagiannya masing-masing. Jadi untuk itu (detail teknis), saya belum memahami. Jadi saya nggak paham juga,” ujar Agus.

Terkait keluhan pedagang mengenai fasilitas yang minim, Agus berjanji akan segera melakukan langkah evaluasi. Ia mengklaim pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perwakilan pedagang untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi atas kendala yang ada di lapangan.

“Coba nanti kita tinjau ulang. Kemarin sudah ada perwakilan pedagang yang berkomunikasi, saya juga ajak komunikasi apa saja keluhan-keluhan mereka,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.