KabarBaik.co, Kota Madiun – Rangkaian pembuka Hari Jadi ke-108 Kota Madiun diawali dengan Rolling Thunder Vespa Klasik. Puluhan pecinta vespa dari berbagai daerah beriringan mengikuti Rolling Thunder Black Scooter Gagak Rimang Bervespa di Bumi Retno Dumilah Kota Madiun, Jumat (29/5) sore.
Rombongan berangkat bersama dari Balai Kota Madiun menuju sejumlah titik wisata religi, mulai Masjid Kuncen hingga Masjid Taman. Di sepanjang perjalanan, perhatian masyarakat tertuju pada iring-iringan vespa klasik yang melintas membawa nuansa nostalgia sekaligus semangat persaudaraan antar komunitas.
Suasana semakin hangat dengan hadirnya Sakti Ari Seno atau Ustaz Salman Al-Jugjawi, eks gitaris Sheila On 7, yang ikut menikmati perjalanan religi tersebut. Baginya, pengalaman berkeliling menggunakan vespa sambil mengunjungi masjid dan tempat bersejarah di Kota Madiun menjadi momen yang sangat berkesan.
“Alhamdulillah ini sangat berkesan buat saya. Naik vespa ke masjid-masjid dan makam leluhur pendiri Madiun. Ternyata Kota Madiun punya tempat seperti ini, pengalaman pertama bagi saya di sini,” ujarnya.
Ia juga mengaku kagum dengan suasana Kota Madiun yang dinilai bersih dan nyaman. Menurutnya, ruang kota terlihat hidup dengan banyak masyarakat beraktivitas dan berolahraga di area publik.
“Kakek saya orang Nglames, jadi ada kedekatan juga dengan Madiun. Kotanya bagus dipandang, banyak orang olahraga, kotanya bersih dan berkilau. Terima kasih sudah difasilitasi teman-teman vespa. Satu vespa sejuta saudara,” tambahnya.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang komunitas vespa, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan wajah Kota Madiun kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Teman-teman dari luar daerah bisa melihat langsung Kota Madiun, mulai wisata religi hingga suasana kotanya. Dampaknya juga dirasakan pelaku usaha dan UMKM selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Menurut Bagus, antusiasme peserta saat mengikuti safari wisata religi menjadi hal yang cukup mengejutkan. Ia berharap konsep perpaduan otomotif dan wisata religi tersebut dapat dikembangkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang.
“Kami melihat responsnya sangat positif. Ke depan tentu ingin dibuat lebih meriah lagi agar wisata religi Kota Madiun semakin dikenal luas,” pungkasnya. (*)







