KabarBaik.co, Banyuwangi – Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali di Dusun Krajan I, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, membuka layanan belajar Al-Qur’an gratis bagi anak-anak hingga perempuan lanjut usia (lansia). Saat ini, rumah tahfidz tersebut membina 250 santri yang terdiri atas 154 anak dan 96 lansia.
Ketua Yayasan Assayyidah Al-Ghozali, Lukman Hakim mengatakan, rumah tahfidz itu didirikan pada 2022 berawal dari keinginan almarhumah Sayyidah menyediakan tempat mengaji bagi perempuan berusia di atas 50 tahun yang selama ini belum memiliki wadah belajar.
“Keinginan ini lahir karena memang belum pernah ada tempat belajar mengaji untuk orang yang berumur di atas 50 tahun, rata-rata TPQ untuk anak-anak,” kata Lukman.
Ia menjelaskan, kegiatan mengaji awalnya hanya diikuti lima orang lansia yang merupakan teman dan tetangga Sayyidah. Seiring waktu jumlah santri terus bertambah hingga kini mencapai 96 orang yang seluruhnya perempuan, dengan usia antara 50 hingga lebih dari 70 tahun.
Selain membina lansia, Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali juga memiliki 154 santri anak yang belajar setiap sore dan malam hari. Seluruh kegiatan belajar tidak dipungut biaya karena seluruh kebutuhan operasional, termasuk honor pengajar dan konsumsi santri, ditanggung keluarga besar Sayyidah.
Pengelola Rumah Tahfidz, Nuryatul Mardliyah mengatakan, banyak santri lansia yang awalnya belajar membaca Alquran kini mulai menghafal beberapa juz. Bahkan, salah satu santri anak telah memiliki hafalan hingga 25 juz.
Selain kegiatan belajar, rumah tahfidz juga rutin menggelar pemeriksaan kesehatan, medical check up, senam, serta kegiatan sosial bagi para santrinya.
Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali secara resmi diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, pada Kamis (30/7). Menurutnya, keberadaan rumah tahfidz tersebut menjadi bukti bahwa belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia.
“Jangan merasa malu untuk belajar. Usia berapa pun jangan malu belajar. Rumah Tahfidz ini menjadi tempat belajar mulai anak-anak hingga lansia,” ujar Akhmad. (*)






