Saat Kepsek SMAN 1 Pace Bungkam Soal PIP, Petugas Perpus Malah Sibuk Beralih Isu

oleh -146 Dilihat
Imam Gunung, guru sekaligus pengurus perpustakaan SMAN 1 Pace, saat memberikan keterangan terkait isu dugaan pemotongan dana PIP.(Agus)
Imam Gunung, guru sekaligus pengurus perpustakaan SMAN 1 Pace, saat memberikan keterangan terkait isu dugaan pemotongan dana PIP.(Agus)

KabarBaik.co, Nganjuk — Isu dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMAN 1 Pace, Nganjuk, kini menuai sorotan publik secara tajam.

Saat isu sensitif ini merebak, kepala sekolah yang memegang tanggung jawab penuh justru enggan memberikan keterangan. Sementara seorang petugas perpustakaan justru tampil ke depan pasang badan membela pihak sekolah.

“Sebenarnya kalau masalah itu enggak ada pemotongan ini, Mas. Nanti konfirmasinya sama Bu Debby Humas saja. Kan itu kan enggak ada pemotongan, kayaknya gitu,” ujar Imam Gunung, guru yang juga bertugas di perpustakaan SMAN 1 Pace saat dikonfirmasi, Senin (3/8).

Dugaan penyunatan dana bantuan pendidikan ini mencuat setelah aliran dana PIP bagi para siswa disinyalir dipotong sebesar Rp 1,5 juta tak lama setelah proses pencairan di bank.

Berdasarkan data yang dihimpun, pencairan tersebut dilakukan di BNI Tanjunganom dengan mengandalkan sosok berorganisasi ASN yang disebut pihak sekolah hanya bertugas sebagai pengantar.

“Kalau itu mengantarkan kayaknya,” kelit Imam Gunung saat disinggung mengenai keterlibatan oknum berseragam ASN yang diduga langsung mengeksekusi pemotongan dana usai pencairan.

Namun, ketika cecaran pertanyaan makin mendalam mengenai alur pencairan dana tersebut, Imam enggan memberikan rincian teknis. Pihak sekolah terkesan melempar bola panas ke bagian lain untuk menghindari konfirmasi langsung mengenai dugaan penyelewengan dana siswa tersebut.

“Ya nanti konfirmasi sama Bu Debby saja, di sini itu sebenarnya kekurangan murid,” seloroh Imam yang mendadak mengubah arah pembicaraan ke isu penerimaan peserta didik baru.

Upaya mengalihkan topik tersebut berlanjut saat Imam membeberkan bahwa kondisi SMAN 1 Pace saat ini sedang kesulitan memenuhi kuota siswa.

Dari daya tampung kelas 10 yang idealnya diisi 250 siswa, saat ini sekolah tersebut dilaporkan hanya mampu menjaring 220 siswa.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.