KabarBaik.co, Malang – Duka menyelimuti warga Jalan Slamet RT 06 RW 03, Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang, usai Mat Suhadi, 51, seorang satpam Perumahan Cemara Diamond Townhouse, tewas setelah ditusuk saat mengejar maling.
Pria yang akrab disapa Pak Min itu sempat menjalani operasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (10/5) pagi.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (9/5) petang. Berdasarkan keterangan warga, korban menerima laporan adanya dua orang mencurigakan yang diduga membawa kusen dan material galvalum dari area perumahan yang dijaganya.
Korban kemudian mendatangi lokasi dan mendapati kantor pemasaran perumahan dalam kondisi berantakan. Menyadari adanya dugaan pencurian, Mat Suhadi langsung mengejar para pelaku hingga ke Jalan Raya Cemorokandang, tepatnya di sekitar Jembatan Amprong.
“Pada Sabtu sekitar jam 17.30 WIB, beliau menerima laporan kalau ada orang mencurigakan bawa kusen dan galvalum dari perumahan. Setelah dicek ternyata benar, lalu dikejar sampai ke Jalan Raya Cemorokandang,” ujar Ima, salah satu warga sekitar, Minggu (10/5).
Dalam upayanya menghentikan pelaku, korban sempat terlibat perkelahian. Namun nahas, karena kalah jumlah, Mat Suhadi justru menjadi korban penusukan di bagian perut.
“Dia ditusuk, cuma saya tidak tahu pakai apa. Yang jelas kena di bagian perut,” terang Ima.
Meski mengalami luka serius, korban masih sempat berjalan menuju rumah keponakannya di Jalan Santoso untuk meminta pertolongan.
“Rumah keponakannya persis di samping rumah saya. Saat datang habis Isya, meski perutnya berdarah-darah, beliau masih sadar, bahkan sempat minum air putih sendiri sebelum akhirnya kondisinya kritis saat ambulans datang,” tambahnya.
Korban kemudian dilarikan ke RSSA Malang dan langsung menjalani operasi pada malam harinya. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Sudah dibawa ke RSSA dan sempat dioperasi malam itu juga. Tapi Minggu pagi kami mendapat kabar beliau meninggal,” ujarnya.
Kini, warga berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku penusukan yang menyebabkan Mat Suhadi kehilangan nyawa saat menjalankan tanggung jawab menjaga keamanan lingkungan. (*)






