Sejoli Pembuang Bayi di Jombang Ternyata Masih Pelajar SMK dan SMP

oleh -92 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 18 at 13.06.24
Kondisi bayi yang ditemukan kini dirawat di Puskesmas Mayangan Jogoroto. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Polisi mengamankan seorang remaja laki-laki yang merupakan ayah dari bayi yang dibuang di Dusun Beji, Desa Sawiji, Jogoroto. Sebelumnya, polisi telah mengamankan ibu si bayi.

Ironisnya, kedua sejoli tersebut ternyata masih di bawah umur. Remaja pria berinisial S yang berusia 17 tahun. Sementara remaja perempuan berinisial P yang masih berusia 15 tahun.

S masih bersekolah kelas XI di sebuah SMK di Mojoagung. Sementara P juga masih duduk di bangku kelas IX sebuah SMP di Jogoroto. Dari pemeriksaan terhadap keduanya, mereka mengaku sudah bertunangan dan sudah berkali-kali nmelakukan hubungan badan hingga P hamil.

S sendiri diamankan anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang di kawasan Puskesmas Mayangan, Jogoroto, Senin (18/5/2026) siang.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap S.

“Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” kata Dimas kepada wartawan, Selasa (19/5).

Usai diamankan, S langsung dibawa ke Mapolres Jombang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif pembuangan bayi tersebut serta dugaan tindak asusila yang melatarbelakangi kasus itu.

Selain itu, penyidik juga mengumpulkan sejumlah keterangan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk hubungan antara terduga pelaku dengan ibu bayi.

Dimas menambahkan, status hukum S telah ditetapkan sebagai Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) karena usianya masih di bawah 18 tahun. Penanganan perkara dilakukan dengan mengacu pada sistem peradilan pidana anak.

Sebelumnya, warga Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto digegerkan dengan penemuan bayi perempuan di halaman rumah warga pada Senin dini hari. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup dengan tali pusar yang masih menempel dan terbungkus kain.

Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh Kasdolah, 45, pemilik rumah. Ia mengaku mendengar suara tangisan bayi dari luar rumah sekitar pukul 00.30 WIB.

Karena penasaran, Kasdolah keluar rumah untuk memastikan sumber suara. Ia pun terkejut saat mendapati bayi mungil tergeletak di halaman rumahnya.

“Saya mendengar suara tangisan dari luar rumah. Setelah dicek ternyata ada bayi di halaman,” ujar Kasdolah.

Mengetahui kejadian itu, Kasdolah langsung menghubungi Kepala Dusun Beji, Anwar, 49, serta meminta bantuan warga sekitar. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Jogoroto.

“Langsung hubungi kepala dusun dan minta bantuan warga sekitar,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.