KabarBaik.co – Sebanyak 75 calon siswa (casis) Sekolah Rakyat Menengah Atas Gresik dinyatakan siap untuk memulai proses belajar-mengajar secara berasrama atau boarding school di gedung eks UPT SMPN 3 Sidayu, Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Seluruh siswa telah menjalani tes kesehatan pada Minggu (14/7) lalu, dan saat ini hanya tinggal menunggu instruksi dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mulai masuk.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh menyampaikan bahwa secara keseluruhan, kesiapan siswa sudah mencapai 100 persen. Sementara dari sisi sarana dan prasarana, kesiapan gedung juga telah mencapai 90 persen.
“Anak-anak sudah siap semua. Tes kesehatan juga sudah dilakukan. Sekarang tinggal menunggu petunjuk resmi dari Kemensos. Insyaallah minggu pertama Agustus mereka sudah bisa masuk,” ujar Ummi, Kamis (31/7).
Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif telah melakukan kunjungan kerja pada Selasa (29/7) untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas gedung yang akan digunakan. Dalam kunjungannya, bupati dan wakil bupati memeriksa satu per satu ruang kelas dan sarana penunjang lainnya.
Bupati Gresik menyatakan optimisme bahwa Sekolah Rakyat ini akan mampu bersaing bahkan sejajar dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan.
“Saya berani diadu dengan SMA unggulan. Lulusan Sekolah Rakyat Gresik dengan alumni SMA unggulan, bagusan mana?” ujar Bupati Yani dengan optimis.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat akan dirancang menjadi sekolah yang berbeda, yakni dengan pemetaan minat dan bakat siswa sejak awal. Ia juga merancang sejumlah ruang kegiatan tambahan seperti ruang seni (musik dan tari), fasilitas khusus bagi siswa tahfidz Al-Qur’an, serta program bimbingan belajar untuk pelajaran seperti matematika dan bahasa Inggris.
Selain itu, ia juga membuka kemungkinan untuk menghadirkan pelatihan khusus yang disiapkan bagi siswa yang bercita-cita menjadi anggota TNI atau Polri.
“Kapolres dan Dandim tadi juga menyampaikan bahwa jika dibutuhkan, pelatih untuk persiapan masuk Akpol dan Akmil bisa kami hadirkan,” kata Bupati Yani.
Program Sekolah Rakyat ini merupakan program prioritas Presiden RI yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan, khususnya bagi masyarakat dari kelompok desil 1. Pemerintah daerah bersama dengan Kemensos terus bersinergi dalam pengembangan sekolah ini sebagai wujud nyata keberpihakan terhadap masyarakat tidak mampu.
“Ini menjadi cita-cita dan harapan kita semua,” pungkas Bupati Yani.(*)







