KabarBaik.co, Surabaya – Gemuruh ribuan volimania Jawa Timur di Jawa Pos Arena, Minggu (5/4) malam, menjadi saksi bisu keperkasaan mutlak Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Tim voli kebanggaan Jawa Timur itu sukses menyapu bersih Jakarta Electric PLN Mobile (JEP) dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-15, 25-19) pada laga pamungkas Seri Surabaya Final Four Proliga 2026.
Kemenangan mutlak tersebut tidak hanya mengukuhkan dominasi Gresik Phonska Plus atas JEP—meneruskan rekor sapu bersih sejak babak reguler—tetapi juga memberikan pelajaran berharga bahwa stabilitas tim jauh lebih mematikan daripada sekadar menekan “tombol panik” dengan mendatangkan bintang baru di menit-menit akhir.
Memasuki set ketiga dengan posisi tertinggal 0-2, mental dan fisik para pemain JEP tampak sudah mencapai batasnya. Kutukan kelelahan akibat bermain lima set penuh di laga sebelumnya bisa jadi menghantam skuad asuhan Chamnan Dokmai.
Transisi dari bertahan ke menyerang melambat drastis. Setter muda JEP, Afra Hasna Nurhaliza, semakin kesulitan meracik umpan di tengah receive tim yang berantakan. Sebaliknya, jenderal lapangan Phonska Plus, Arneta Putri Amelian, terus mendikte permainan dengan tempo cepat yang mengacak-acak pertahanan lawan.
Gresik Phonska Plus akhirnya menutup set ketiga dengan skor nyaman 25-19, sekaligus menyudahi perlawanan JEP dalam tiga set langsung.
Laga malam ini setidaknya menjadi bukti nyata bahwa taktik panic button JEP mendatangkan Kara Bajema untuk mendampingi Neriman Ozsoy gagal total. Di bawah tekanan blok disiplin dan rapat ala Phonska Plus, kedua legiun asing kelas dunia itu dibuat mati kutu.
Puncak kebuntuan JEP terjadi di set kedua. Berdasarkan data statistik, Özsoy dan Bajema gagal menyumbang poin signifikan. JEP secara total hanya mampu mencetak 9 poin dari skema attacks, berbanding terbalik dengan agresivitas Phonska Plus yang sukses meledakkan 18 poin serangan. Pukulan-pukulan duo asing JEP kerap kali membentur tembok pertahanan tuan rumah atau membuahkan error ke luar lapangan.
Sementara JEP sibuk mencari cara memaksimalkan duo asingnya, Gresik Phonska Plus bermain layaknya sebuah mesin yang terpoles rapi. Kemenangan ini lahir dari kolektivitas tinggi dan minimnya kesalahan sendiri.
Set 1 (25-16): Tuan rumah menang cerdas dengan memanen 11 poin secara cuma-cuma dari unforced error yang dilakukan oleh pemain JEP yang tampak gugup dan miskomunikasi.
Set 2 (25-15): Phonska Plus mengamuk lewat daya ledak serangan lini depan (18 poin attacks), membuktikan kedalaman skuad mereka yang mengerikan ketika amunisi asing JEP justru tumpul.
Set 3 (25-19): Memanfaatkan kelelahan lawan, tuan rumah bermain taktis, menjaga margin keunggulan, dan mengunci kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Dengan hasil sempurna ini, Gresik Phonska Plus melangkah dengan kepala tegak dan tangki kepercayaan diri penuh untuk menatap Grand Final Proliga 2026, sekaligus memabwa mahkota untuk Jawa Timur. (*)






